Erabaru.net. “Maukah kamu menikah denganku?” Sehari sebelum penerbangan, pria itu mengatakan setelah pekerjaannya selesai, mereka akan menikah.

“Ya, aku mau,” jawab gadis itu.

Mereka mempertahankan hubungan mereka melalui telepon dan surat.

Ada pasang surut, tetapi keduanya tidak pernah menyerah.

Suatu hari, ketika gadis itu sedang dalam perjalanan ke halte bus, seorang sopir taksi kehilangan kendali atas mobil dan menabraknya.

Terbangun dari pingsanya, dia menyadari betapa seriusnya luka yang dia alami.

Melihat air mata mengalir di wajah orangtuanya, dia mencoba menghibur mereka.

Kemudian datang mimpi buruk itu: Dia tidak bisa berbicara sepatah kata pun meskipun berusaha keras. Dia bisu.

Dokter mengatakan cedera itu mempengaruhi otaknya dan dia akan bisu selama sisa hidupnya. Dia benar-benar hancur.

Begitu dia kembali ke rumah, telepon berdering.

Dia tahu itu kekasihnya, tetapi dia tidak mengangkat telepon.

Cincin-cincin itu menimbulkan rasa sakit di dalam hatinya …

Tidak ingin menjadi beban baginya, dia menulis bahwa hubungan mereka berakhir, dan menaruh cincin itu di dalam surat.

Dia tidak membalas surat maupun telepon dari kekasihnya sejak saat itu. Dia hanya menangis…

Melihat rasa sakit yang dideritanya, keluarganya memutuskan untuk pindah.

Gadis itu mulai belajar bahasa isyarat, dan berusaha melupakan kekasihnya.

Suatu hari, sahabatnya memberitahu bahwa kekasihnya telah kembali dan mencari dirinya.

Gadis itu menyuruh temannya tidak menceritakan dirinya dan mengatakan pada kekasihnya untuk melupakannya.

Setahun kemudian…

Teman baiknya mengatakan bahwa kekasihnya itu akan menikah, dan memberinya undangan pernikahan.

Dia membukanya, dan terkejut melihat namanya tertulis di sana.

Ketika dia keluar untuk menanyakan tentang undangan itu, kekasihnya muncul, menunjukkan undangan pernikahan padanya.

Ilustrasi. Kredit: dailynews.com

Dengan bahasa isyarat, dia berkata, “Selama lebih dari setahun, aku mencoba belajar bahasa isyarat untuk memberitahumu bahwa aku memahami apa yang terjadi padamu. Aku belum melupakan janjiku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu, dan menjadi suaramu. Aku mencintaimu.”

Melihat bahasa isyaratnya yang kikuk dan cincin pertunangan di tangannya, dia menangis. Tapi kali ini, mereka menangis bahagia …

Jangan menjadi pengecut dan lari dari masalah Anda. Ingat bahwa setiap masalah memiliki solusi.

Jangan pernah menghancurkan hati seseorang, Anda mungkin tidak tahu kapan itu akan terjadi pada Anda.

Selalu ada jalan.

“Jika Anda menikmati kisah ini, sampaikan agar keluarga dan teman Anda dapat menikmatinya juga.
Terima kasih” (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular