Erabaru.net. Ada seorang biksu tampak tengah duduk bersila di ruangannya. Dia memiliki seorang murid cilik yang sangat rajin. Muridnya ini selalu sibuk sepanjang hari, meminta sedekah, menimba air atau memasak.

Suatu hari, muridnya itu menumpahkan uneg-unegnya. Dia berkata pada gurunya itu: “Guru, saya benar-benar merasa sangat lelah, sementara saya belum melihat pencapaian apa pun selama ini. Apa sebabnya guru ?”

Gurunya merenung sejenak dan berkata, “Mana mangkok sedekahmu, bawa ke sini.”

Muridnya kemudian mengambil mangkok sedekahnya.

“Letakkan mangkokmu di sini, sekarang coba kamu isi penuh dengan kacang kenari,” kata gurunya yang membuat bingung biksu cilik itu.

Biksu cilik itu mengerutkan kening, tidak tahu apa maksud gurunya, dia hanya menurut saja meraup segenggam kacang kenari, lalu memasukkan ke dalam mangkok dan menjadi penuh.

Gurunya kemudian bertanya kepadanya: “Apa kamu masih bisa memasukkan kacang itu lagi ke dalam mangkok?.

“Tidak bisa lagi guru, mangkok itu sudah penuh, kalau dipaksakan juga malah akan berantakan jadinya,” jawab biksu cilik itu polos.

“Oh, mangkoknya sudah penuh ya ? Sekarang coba kamu ambil segenggam beras,” kata gurunya lagi.

Murid cilik itu pun meraup segenggam beras, kemudian dia menuangkan butiran beras ke cela-celah kacang kenari, dan dia terhenyak seketika, butiran beras itu semakin memenuhi mangkok dan dia baru berhenti setelah butiran beras itu mulai tumpah, karena tak muat lagi.

Muridnya tiba-tiba menyadari: “Oh, mangkok itu belum penuh ternyata.”

“Sudah penuh sekarang?” Tanya gurunya.

“Sudah guru.” Sahutnya sambil terus menatap mangkok itu.

“Coba sekarang kamu ambil segayung air, ” kata gurunya sambil tersenyum arif.

Muridnya langsung pergi mengambil segayung air, kemudian dia tuangkan ke dalam mangkok, dan sekarang mangkok itu benar-benar sudah penuh, sampai-sampai celahnya juga terisi penuh.

“Bagaimana sekarang, apakah sudah penuh?” Tanya sang guru.

Muridnya memperhatikan mangkuk yang sudah penuh itu, tetapi tidak berani menjawab, dia tidak tahu apakah gurunya masih bisa memasukkan sesuatu lainnya.

Gurunya tampak tersenyum sambil melihat muridnya yang diam membisu, lalu berkata “Coba sekarang kamu ambil satu sendok garam,”kata gurunya.

Gurunya kemudian menuangkan lagi garam, dan airnya tidak meluap sama sekali. Muridnya yang memperhatikan dari tadi seakan menyadari sesuatu.

Gurunya kemudian bertanya kepadanya : “Kamu tahu apa yang ditunjukkan dari semua itu?”

Muridnya tampak bingung tidak mengerti. Gurunya hanya tersenyum melihat raut wajah muridnya yang bengong seakan sedang memikirkan sesuatu.

Kemudian gurunya menuangkan kembali benda-benda itu ke dalam baskom dan mangkok itu pun menjadi kosong.

“Tadi kita memasukkan kacang kenari lebih dulu ke dalam mangkok, sekarang coba kita balik, dan kita lihat apa yang akan terjadi,” kata gurunya.

Sang guru memasukkan satu sendok garam lebih dulu ke dalam mangkok, lalu menuangkan air ke dalamnya, kemudian setelah penuh, dia memasukkan butiran beras, namun, air di dalam mangkok tampak mulai meluap keluar.

Ketika mangkok itu sudah dipenuhi dengan butiran beras, sang guru bertanya kepada muridnya : “Coba lihat, apa sekarang masih bisa memasukkan kacang kenari lagi ke dalam mangkok?”

Gurunya berkata, “Jika hidup kamu ibarat mangkok ini, dimana ketika di dalam mangkok itu hanya berisi hal-hal kecil seperti butiran itu, lalu bagaimana bisa memasukkan kacang-kacang kenari yang lebih besar itu ke dalamnya ?”

Kali ini, muridnya baru benar-benar mengerti dengan maksud gurunya.

Jika Anda super sibuk sepanjang hari, maka Anda perlu sejenak merenungkannya: “Bagaimana kita bisa menempatkan kenari lebih dulu ke dalam kehidupan kita ? Jika hidup itu adalah sebuah mangkok, lalu bagaimana Anda membedakan antara kenari dan beras?”

Jika semua orang tahu apa kacang kenari mereka, maka hidup itu pun menjadi mudah. Kita harus meletakkan lebih dulu kacang kenari ke dalam mangkuk kehidupan, jika tidak, maka Anda selamanya hanya akan berkutat pada hal-hal kecil di antara beras, garam dan air ini.

Hidup ibarat mangkok kosong, tapi apa yang harus ditempatkan dulu? Dan apa buah kenari Anda? Semoga tercerahkan.(jhn/yant)

Sumber: goez1.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular