Ekuador – Sebuah bus diduga mengalami rem blong dan menabrak kendaraan lain dengan kecepatan tinggi di sepanjang jalan raya dekat ibukota Ekuador. Bus asal Kolombia itu kemudian berguling-guling sebanyak empat kali, dalam kecelakaan Selasa (14/8/2018) pagi waktu setempat.

Bus akhirnya menabrak beberapa rumah, sebelum benar-benar berhenti meluncur. Insiden itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang. Sebanyak 22 orang lainnya dikabarkan cedera, dengan beberapa korban diantaranya dalam kondisi kritis.

Bus antar negara itu dilaporkan sedang menempuh perjalanan ke Quito, ketika menabrak kendaraan yang lebih kecil. Kawasan itu dikenal sebagai kurva orang mati, karena banyaknya kecelakaan. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 3 dinihari.

Foto-foto lokasi kecelakaan dirilis akun Twitter resmi polisi nasional Ekuador segera setelah insiden itu. Penduduk setempat mengaku mendengar suara gemuruh seperti dihantam batu besar, ketika bus menghantam rumah mereka.

Korban selamat dari warga setempat, Michelle Manay mengatakan dia bangun dan berlari keluar untuk melihat ‘pembantaian’ itu. “Ada beberapa orang yang hidup dan yang lainnya tidak selamat,” katanya.

Kolonel Wilson Pavon, kepala polisi transit Ekuador, mengatakan mayoritas penumpang di bus itu adalah orang-orang Kolombia. Akan tetapi beberapa orang Venezuela juga termasuk di antara korban tewas.

Tiga orang, termasuk dua anak di bawah umur, yang sedang bepergian dengan kendaraan yang lebih kecil juga meninggal dalam kecelakaan naas itu.

Sejumlah kecil ambulans dan petugas tanggap darurat bergegas datang ke lokasi kecelakaan. Mereka tiba di lokasi yang berjarak sekitar dua jam dari Kota Quito sebelum matahari terbit.

Mereka menemukan bus yang rusak parah itu dalam posisi terbalik. Beberapa rumah yang berdekatan dengan jalan raya itu rusak dan penuh dengan serpihan logam.

Jenderal Patricio Carillo dari kepolisian Ekuador mengatakan kepada wartawan lokal bahwa tampaknya rem bus itu gagal berfungsi. Itu menyebabkan pengemudi kehilangan kontrol dan menabrak mobil yang melaju di depannya, sebelum menabrak tiang dan rumah warga ketika terguling.

“Penyelidikan sedang berlangsung dan pengemudi dirawat di rumah sakit di antara korban yang cedera,” kata Carillo.

Para petugas menghabiskan sepanjang pagi hari untuk menyisir bus dan mengevakuasi para korban.

“Di antara tugasnya adalah mengidentifikasi mayat korban tewas dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Kolombia dan Venezuela untuk kepulangan mereka,” kata Carillo.

Relatives mourn over the coffin of a soccer fan killed in a bus crash at the Isidro Romero soccer stadium in Guayaquil, Ecuador, late Monday, Aug. 13, 2018. The bodies of 12 fans of Ecuadorean football team Barcelona that were killed when the bus they were traveling in after attending a local league match overturned were taken to the stadium for a collective funeral. (AP/Jose Sanchez)

Kerabat yang berduka berdoa di peti mati seorang penggemar sepak bola dalam kecelakaan bus di stadion sepak bola Isidro Romero di Guayaquil, Ekuador, Senin malam, 13 Agustus 2018. (Jose Sanchez/AP/The Epoch Times)

Itu adalah tragedi bus kedua dalam tempo kurang dari tiga hari di Ekuador. Pada 12 Agustus, 12 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka ketika sebuah bus yang membawa penggemar tim sepak bola Ekuador terbalik di jalan raya. Kecelakaan terjadi setelah mereka kembali dari menyaksikan pertandingan.

Pada 13 Agustus malam, keluarga korban bersama-sama mengucapkan selamat tinggal dan melepas orang-orang yang mereka cintai di stadion klub sepakbola Barcelona, Guayaquil.

Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. Namun beberapa saksi mengatakan kepada media setempat bahwa bus lain mencoba menyalip bus tersebut. Bus tampak saling kejar dan berusaha saling salip dengan yang membawa anggota penggemar klub Sur Oscura, sebelum kecelakaan itu terjadi.

Rata-rata, sebanyak 13 orang meninggal setiap hari di jalan raya Ekuador, menurut organisasi keamanan jalan raya, Road Justice. Mereka mengatakan sekitar 95 persen kecelakaan diakibatkan oleh kesalahan manusia. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular