Erabaru.net. Saat seorang pria menyadari bahwa ia telah meninggal dunia, ia melihat Tuhan mendekatinya dengan membawa sebuah koper.

“Baiklah, putraku, saatnya untuk pergi.” kata Tuhan.

“Sekarang? Mengapa begitu cepat? Aku masih punya banyak rencana…,” pria itu menjawab dengan heran.

“Aku minta maaf, tapi kini saatnya kau pergi.”

“Apa isi kopermu?” tanya pria itu.

“Milikmu,” jawab Tuhan.

“Milikku? Maksudmu dengan milikku, pakaianku, uangku?” tanya pria itu.

“Itu bukan milikmu, namun milik dunia,” jawab Tuhan.

“Apakah milikku adalah kenanganku?” tanya pria itu

“Bukan, itu milik Waktu,” jawab Tuhan.

“Apakah milikku adalah bakatku?” tanya pria itu.

“Bukan, itu milik keadaan sekitar,” jawab Tuhan.

“Apakah milikku adalah teman dan keluargaku?” tanya pria itu.

“Aku minta maaf mereka tidak pernah menjadi milikmu, mereka milik garis edar,” jawab Tuhan.

“Apakah milikku adalah istri dan anakku?” tanya pria itu.

“Mereka tidak pernah menjadi milikmu, mereka milik hatimu,” jawab Tuhan.

“Apakah milikku adalah tubuhku?” tanya pria itu.

“Tubuhmu tidak pernah menjadi milikmu, ia milik debu.”

“Apakah milikku adalah jiwaku?” tanya pria itu.

“Tidak, putraku, jiwamu adalah milikku,” jawab Tuhan sambil tersenyum.

Dengan penuh ketakutan, pria itu mengambil koper dari Tuhan dan membukanya, namun koper itu kosong.

Ilustrasi. Kredit: morningmail.org

Dengan air mata menetes di pipinya, pria itu berkata, “Ya Tuhan, aku tidak pernah punya apa-apa?”

“Benar, setiap saat kau hidup adalah milikmu,” kata Tuhan.

Hidup hanya sesaat, namun dalam hidup terdapat sebuah dunia dengan berbagai kemungkinan…

Yang terpenting, belajar hidup berbelas kasih sehingga momenmu terukir di hati orang lain hingga akhir zaman.

Hiduplah Sekarang ini! Hiduplah dengan kebaikan. “Lihat cahaya pada orang lain dan perlakukan mereka dengan baik.” (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular