Seorang gadis kecil yang kotor dan bertelanjang kaki hanya duduk di taman melihat orang yang lalu lalang. Ia tidak pernah berbicara dan mengucapkan sepatah kata pun.

Banyak orang lalu lalang, tetapi tidak pernah berhenti untuknya, termasuk aku.

Namun, hari berikutnya kuputuskan untuk kembali ke taman dengan rasa ingin tahu apakah gadis kecil itu masih berada di sana.

Masih di tempat yang sama seperti kemarin, ia duduk di tempat yang tinggi, dengan tatapan mata yang sangat sedih.

Dan aku mulai menghampirinya.

Saat semakin dekat, aku dapat melihat adanya kelainan bentuk tulang belakang di balik gaun gadis kecil itu,

Ia sedikit menatap ke bawah untuk menghindari tatapanku yang tajam.

Aku tersenyum menandakan semuanya baik-baik saja. Keberadaanku di sisinya untuk membantu dan mengajaknya bicara

Ilustrasi. Kredit: selfmarriageceremonies.com

“Halo”, sapaku saat duduk di sampingnya.

Ia terkejut dan dengan tergagap mengucap ‘Hi’ setelah lama menatap mataku.

Aku bertanya pada gadis itu mengapa ia sangat sedih. Gadis kecil itu menatapku dan berwajah sedih, ia berkata,

“Karena aku berbeda,”

“Itulah apa adanya kamu!”, aku tersenyum.

“Aku tahu,” ia bertambah sedih.

“Tapi gadis kecil, kamu mengingatkanku pada malaikat yang manis dan tanpa dosa,” kataku.

Ia berdiri dan berkata, “Benarkah?”

“Ya, nyonya, kamu seperti malaikat penjaga kecil yang dikirim untuk mengawasi semua orang yang lalu lalang.”

“Ya, aku,” ia mengangguk dan tersenyum. Sambil mengembangkan sayapnya yang lebar, ia melanjutkan, “Aku adalah malaikat pelindungmu.”

Aku terdiam. Ia berkata, “Dan karena kamu mulai memikirkan seseorang selain dirimu sendiri, maka pekerjaanku di sini sudah selesai.” (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular