Washington – Petugas mengkonfirmasi bahwa jenasah yang ditemukan di dalam bangkai pesawat adalah pelaku pencurian, Richard Russell. Pesawat itu jatuh sekitar satu jam setelah diterbangkan oleh pencuri dari Bandar Udara Internasional Sea-Tac, Washington, Amerika Serikat.

Penyidik FBI menemukan jenazah ketika mencari pesawat Horizon Air. Pesawat itu ditabrakkan ke hutan di Pulau Ketron oleh Russell pada 10 Agustus 2018 lalu.

Kantor Pemeriksa Medis Pierce County, sudah memeriksa potongan tubuh. Mereka menegaskan bahwa jenasah itu milik pria berusia 29 tahun itu, seperti dilaporkan KIRO-7.

Kotak hitam, atau perekam data penerbangan dan komponen perekam suara kokpit, juga sudah ditemukan. ‘Black Box’ itu kemudian dikirim untuk diproses kepada investigator Dewan Keselamatan Transportasi Nasional.

Gaji Rendah Diduga Jadi Pemicu
Seorang mantan rekan kerja Russell, Robert Reeves, mengatakan kepada KIRO 7 bahwa Russell menyukai pekerjaan di dunia penerbangan. Namun, dia tidak senang dengan besaran upah.

“Dia benar-benar stres tentang situasi keuangan yang dia hadapi. Dia bekerja di Horizon lebih lama daripada saya, dan dia masih belum menghasilkan 15 dolar per jam,” kata Reeves.

Reeves mengatakan bahwa dia lebih dulu berhenti bekerja dan meninggalkan Horizon. Dia merasa pekerja terlalu banyak bekerja, namun dibayar murah.

“Alasan saya pergi adalah pada bulan Februari 2016 mereka kekurangan staf dan mereka menyuruh saya menangani tiga pesawat dalam waktu yang bersamaan. Itu tidak aman,” kata Reeves.

Russell tampaknya memang menyalahkan gaji murah. Karena itulah, dia mencuri pesawat. Dugaan itu muncul setelah potongan percakapan pelaku dengan petugas ATC (pengendali lalu lintas udara) beredar.

“Upah minimum, kita akan menambahkannya. Mungkin itu akan melumasi beberapa gigi, dengan upah yang lebih tinggi,” kata Russell.

Russell mempertimbangkan permintaan oleh satu pengontrol untuk mendarat. Akan tetapi, dia kemudian memutuskan untuk tidak melakukannya.

“Oh ‘man’. Orang-orang itu akan memperlakukan saya dengan kasar jika saya mencoba dan mendarat di sana,” kata Russell. “Ini mungkin akan menghasilkan penjara seumur hidup, ya?”

“Saya punya banyak orang yang peduli dengan saya,” tambahnya kemudian. “Itu akan mengecewakan mereka, jika mendengar bahwa saya melakukan ini. Saya ingin meminta maaf kepada masing-masing orang dan setiap orang dari mereka. Saya hanya seorang pria yang rusak, punya beberapa ‘sekrup yang longgar’, saya kira. Saya tidak pernah benar-benar tahu itu, sampai sekarang.”

Kasus Pencurian yang Jadi Sorotan
Para ahli mengatakan bahwa semua upaya keamanan ditujukan untuk mencegah orang luar membawa senjata, dan benda-benda berbahaya lainnya ke pesawat terbang. Padahal bahaya potensial sebenarnya berasal dari pekerja bandara dan maskapai penerbangan.

“Ancaman terbesar yang kita miliki untuk penerbangan adalah ancaman orang dalam,” kata Erroll Southers, mantan agen FBI dan pakar keamanan transportasi, kepada The Associated Press.

“Di sini kita memiliki karyawan yang memiliki akses luas, hingga tingkat pada, memiliki akses ke pesawat dan memiliki keahlian yang cukup mahir untuk lepas landas dengan pesawat itu.”

Kasus pencurian ini telah mendorong peninjauan langkah-langkah keamanan di bandara Seattle.

“Ini terlalu besar. Tidak akan selesai,” kata Glen Winn, mantan agen Dinas Rahasia yang mengajar di program keamanan penerbangan Universitas Southern California. “Akan ada banyak diskusi, banyak pertemuan, banyak tunjuk jari, dan itu akan sampai kepada, bagaimana kita menghentikannya?”

Beberapa pihak lain juga menilai bahwa pencurian semacam itu sangat tidak lazim.

Komisaris ‘Port of Seattle Courtney Gregoire’ mengatakan, “Itu benar-benar satu-dalam-satu-juta pengalaman.” Akan tetapi, dia menambahkan, “Itu tidak berarti kita tidak bisa belajar dari itu.”

Dia mengatakan pejabat bandara telah berkoordinasi lebih lanjut dengan bandara dan maskapai lain. Mereka diminta untuk segera mengevaluasi prosedur keamanan. Dia juga berharap pemerintah federal akan mengevaluasi peraturan keselamatan penerbangan yang ada. (Zachary Stieber/NTD.tv/waa)

 

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular