Washington DC – Sebuah laporan terkait komunis Tiongkok dirilis oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, Kamis (16/8/2018) waktu setempat. Laporan itu menunjukkan bahwa Partai komunis Tiongkok (PKT) secara aktif mengerahkan armada pembom jarak jauh dan melatih pilotnya untuk melakukan serangan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya.

Laporan tahunan yang disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Nasional untuk Kongres tersebut berisi rincian perkembangan militer Tiongkok selama tahun 2017 lalu. Mereka menyoroti niat rezim komunis yang menguasai Tiongkok untuk memperluas pengaruhnya secara global.

“Dalam tiga tahun terakhir, militer Tiongkok telah dengan cepat memperluas operasi armada pembomnya di laut, dan telah memperoleh pengalaman operasional di wilayah laut utama. Serta melakukan pelatihan serangan terhadap tujuan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya,” tulis laporan itu.

Pada bulan Agustus 2017, sebanyak enam buah pesawat bomber H-6K Tiongkok melintasi Selat Miyako di barat daya Jepang. Pesawat itu kemudian terbang ke perairan timur Okinawa untuk pertama kalinya. Pulau tersebut sedang ditempati oleh 47.000 tentara AS.

Menurut laporan itu, militer Tiongkok mungkin ingin menunjukkan bahwa mereka telah memiliki kemampuan untuk menyerang pangkalan militer dan militer AS di Pasifik Barat, termasuk Guam.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa PKT mengejar kemampuan bomber nuklir jarak jauh. Angkatan udara mereka telah ditugaskan kembali menjadi pengemban misi senjata nuklir.

Laporan mengatakan bahwa selain pesawat pembom yang saat ini sedang berdinas, PKT sedang mengembangkan sebuah pembom strategis jarak jauh. Bomber yang mampu meluncurkan bom nuklir, yang mungkin akan digunakan oleh AU mereka dalam 10 tahun mendatang.

Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa PKC juga telah mengerahkan lebih banyak kekuatan militer untuk mengintimidasi Taiwan. Komunis tidak melepaskan keinginan untuk menggunakan kekuatan militer dalam menyatukan Pulau Formosa.

Menurut laporan itu, “Militer Tiongkok juga akan dipersiapkan untuk menyatukan Taiwan dengan Tiongkok daratan. Sekaligus pada saat yang sama akan membuat kejutan, menunda dan mematahkan kekuatan dari negara ketiga yang mencoba ikut campur tangan dalam masalah Taiwan.”

Jika Amerika Serikat mengintervensi, PKT akan mencoba untuk menunda dan mencari kemenangan dalam perang jangka pendek dengan intensitas tinggi dan terbatas.

Berkenaan dengan masalah Laut Tiongkok Selatan yang kontroversial, laporan tersebut menyebutkan bahwa PKT telah membangun serangkaian pulau buatan dan fasilitas militer. Meskipun PKT telah menghentikan sejumlah besar proyek reklamasi, PKT terus membangun fasilitas di 3 pangkalan militer. (Chen Juncun/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular