Erabaru.net. Berita terbaru mengungkapkan bahwa mengisap vape – yang seharusnya menjadi alternatif perokok – dapat menyebabkan penyakit paru-paru kronis. Satu studi menemukan bahwa uap rokok elektrik dapat mematikan sel-sel imun vital dan meningkatkan peradangan di paru-paru kita, menurut laporan BBC. Oleh karena itu, peneliti telah memperingatkan masyarakat untuk menghilangkan persepsi bahwa rokok elektrik lebih aman.

(Foto: BBC)

Dalam sebuah studi eksperimen yang dilakukan oleh Prof. David Thickett, prosedur mekanis digunakan untuk meniru vape di laboratorium di Universitas Birmingham, Ingggris. Mereka menggunakan sampel jaringan paru-paru dari delapan orang bukan perokok dan menemukan bahwa uap dari rokok elektrik menyebabkan “peradangan dan merusak aktivitas makrofag alveolus” – yang merupakan sel-sel yang menghilangkan partikel-partikel, bakteri, dan alergi debu yang merusak.

Penelitian kemudian menambahkan bahwa efek ini mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh rokok biasa dan orang dengan penyakit paru-paru kronis. Namun, perlu dicatat bahwa hasil ini diperoleh di laboratorium sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami lebih lanjut tentang efek kesehatan jangka panjang dari rokok elektrik. Untuk pengetahuan Anda, perubahan dalam jaringan paru dicatat selama lebih dari 48 jam.

(Foto: BBC)

Namun, Public Health England masih bersikeras bahwa vape jauh lebih aman daripada rokok biasa. Mereka juga menyarankan agar orang-orang dapat menggunakannya untuk membantu mereka berhenti merokok karena terbukti berhasil. Tidak hanya itu, mereka juga aman untuk perokok pasif, tetapi Prof. Thickett masih bersikeras bahwa rokok elektrik itu berbahaya.

(Foto : Men’s Health)

“Dalam hal molekul penyebab kanker dalam asap rokok, yang bertentangan dengan asap rokok elektrik, harus ada pengurangan jumlah karsinogen.”

“Mereka lebih aman dalam hal risiko kanker – tetapi jika Anda mengisap vape selama 20 atau 30 tahun dan ini dapat menyebabkan PPOK (penyakit paru-paru obstruktif kronis), maka itu sesuatu yang perlu kita ketahui,” kata Prof. Thickett.

(Foto: Slideshare)

Prof. Thickett kemudian mengatakan bahwa dia percaya bahwa rokok elektrik kurang berbahaya daripada rokok biasa tetapi dia memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati. Sementara itu, Martin Dockrell, kepala kontrol tembakau di Public Health England, mengakui bahwa rokok elektrik jelas bukan bebas risiko tetapi lebih sedikit berbahaya daripada merokok. “Setiap perokok yang mempertimbangkan berhenti merokok dengan beralih ke rokok elektrik untuk sepenuhya berhenti tanpa harus menuggu lama,” katanya.

Oleh karena itu, tidak ada keraguan bahwa rokok elektrik kurang berbahaya daripada rokok biasa tetapi keputusan penelitian tidak harus dinafikan dan perlu dianggap serius.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular