Erabaru.net. Seorang pria memiliki seorang putri kecil yang sangat dicintainya. Sang putri adalah kebahagiaannya, hidupnya, dan ia hidup hanya untuk putrinya.

Ketika sang putri jatuh sakit dan tak dapat disembuhkan oleh dokter terbaik, pria itu seperti orang yg hilang kendali, melakukan apa pun demi kesembuhan putrinya.

Namun, upaya terbaiknya tidak membuahkan hasil, dan sang putri meninggal dunia.

Sang ayah tidak dapat menerima kenyataan yang pahit ini. Ia menutup diri dari teman-temannya, menolak setiap aktivitas yang dapat memulihkan ketenangannya dan menormalkannya kembali.

Suatu malam pria itu bermimpi berada di surga dan menyaksikan kontes akbar semua malaikat kecil.

Mereka berbaris dalam barisan yang tampak tak berujung melewati Tahta Putih Besar. Setiap malaikat berjubah putih membawa sebuah lilin.

Namun, ia memerhatikan lilin seorang malaikat kecil tidak menyala yang tak lain adalah putrinya sendiri.

Saat barisan tersendat, bergegas ia menghampiri dan memeluk putrinya, membelainya dengan lembut, dan bertanya,

“Mengapa lilinmu adalah satu-satunya lilin yang tidak menyala?” “Ayah, mereka sering menyalakannya kembali, tetapi air matamu selalu memadamkannya lagi,” kata sang putri.

Pria itu terbangun dari mimpinya.

Sejak itu, ia tidak menyendiri lagi, ia kembali berbaur dengan gembira bersama teman dan rekannya.

Lilin putrinya tak akan padam lagi oleh air matanya yang tak berguna.

Biarkan masa lalu berlalu. Hiduplah untuk hari ini, bukan hidup untuk hari lalu. (vv/an)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular