Erabaru.net. Calon mahasiswa yang memiliki hasil tes yang bagus, namun, entah mengapa nilainya justru dikurangi, akibatnya calon mahasiswa itu pun tidak bisa diterima di universitas impiannya. Semua ini terjadi … hanya karena para calon mahasiswa itu perempuan?

Benar, Anda tidak salah mendengarnya. Dan yang lebih menyedihkan lagi, ini terjadi di Universitas Kedokteran Tokyo yang terkenal di Jepang.

Melansir laman “Yomiuri Shimbun” dan ” the Nikkei Asian Review, Universitas kedokteran ternama di Jepang ini diduga mengubah hasil tes penerimaan untuk membatasi jumlah mahasiswa perempuan. Universitas terkait diperkirakan mencurangi hasil tes untuk memastikan batasan jumlah mahasiswi.

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Dan lebih mencengangkan lagi, “Budaya diskriminasi” ini bukan terjadi baru-baru ini, tetapi sudah terjadi sejak tahun 2011. Manipulasi itu terungkap selama penyelidikan atas dugaan “pintu belakang” seorang anak birokrat pendidikan kementerian agar masuk universitas, dan sebagai imbalannya akan membantu universitas dalam memperoleh dana penelitian.

Birokrat dan mantan kepala universitas juga telah dituduh melakukan suap. Pada 2010, jumlah calon mahasiswa perempuan di Universitas Kedokteran Tokyo dilaporkan lebih tinggi dari mahasiswa laki-laki. Namun sejak 2011 sampai sekarang, penerimaan mahasiwa perempuan di universitas tersebut menurun tajam, jumlah penerimaan mahasiswa perempuan jauh di bawah mahasiswa laki-laki.

Tahun ini, tingkat penerimaan siswa laki-laki setinggi 8,8%, dan total 141 siswa laki-laki diterima, sebaliknya, siswa perempuan hanya 30 orang.

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Menurut praktik medis di Jepang, biasanya ada lebih dari separuh dokter yang memenuhi syarat yang akan kembali bekerja di rumah sakit yang relevan dari lulusan sekolah mereka.

Sumber dari universitas top di Jepang ini mengungkapkan dorongan melakukan tindakan pengurangan skor ujian masuk didorong fakta bahwa banyak wanita setelah lulus kuliah tidak menjalankan profesinya sebagai dokter. Sebaliknya mereka menikah dan memiliki anak-anak, sehingga berdampak pada kurangnya tenaga medis, bahkan ada rumor bahwa “1 dokter laki-laki setara dengan 3 dokter perempuan”.

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Tokoh terkait dari Universitas Kedokteran Tokyo mengakui bahwa prestasi anak perempuan selalu lebih baik daripada anak laki-laki, tetapi tingkat pengunduran diri dari pekerjaan jauh lebih tinggi daripada anak laki-laki. Atas pertimbangan itu, pihak universitas membuat keputusan terkait untuk membatasi kuota calon mahasiswa perempuan!

Dilaporkan bahwa ujian masuk Universitas Kedokteran Tokyo dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing adalah ujian tertulis, tesis, dan tes wawancara.

Pada tahap pertama, penilaian dengan sistem komputer yang tidak dapat dikendalikan secara manual, oleh karena itu, pihak universitas sengaja secara diam-diam menambahkan poin untuk calon mahasiswa laki-laki dan pengurangan nilai untuk mahasiwa perempuan di tahap kedua dan ketiga.

Setelah insiden itu terungkap, banyak orang mengutuk praktik universitas tersebut. Salah satu anggota Asosiasi Gabungan Pekerja Medis Profesional Jepang, Kyoko Tanebe, mengatakan praktik tersebut sangat mengecewakan. Ia juga meyakini Universitas Kedokteran Tokyo bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang melakukannya.

Temuan tersebut membangkitkan amarah para netizen di media sosial. Spanduk-spanduk memuat tulisan menuntut dilakukan sejumlah langkah untuk memastikan kesetaraan antara pria dan wanita.

Sementara itu, Ruriko Tsushima, seorang dokter perempuan mengutarakan sentimen senada. “Ini adalah bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang tidak bisa diterima sama sekali,” ujarnya kepada media setempat.

“Ini tak seharusnya boleh terjadi di sebuah negara demokrasi yang sepantasnya menyediakan kesempatan pendidikan yang setara,” tambahnya.

Apa yang terlintas dalam benak Anda, jika tidak bersalah, tetapi tidak disukai hanya karena gender, atau mendapat perlakuan yang tidak adil ?

Semoga pihak berwenang setempat menjatuhkan sanksi pada pihak universitas, dan berikan keadilan pada kaum perempuan, hilangkan praktik konyol itu.(jhn/yant)

life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular