Milan – Hujan lebat membanjiri ngarai yang dipenuhi oleh pada pendaki gunung di wilayah selatan Calabria, Italia, Senin (20/8/2018). Banjir bandang itu dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang, menurut badan perlindungan sipil Italia. Sekitar lima pendaki lainnya dikabarkan masih hilang.

Kantor prefektur setempat mengatakan sebanyak 23 orang lainnya berhasil diselamatkan dari banjir bandang di Raganello Gorge itu. Lima di antaranya dirawat di rumah sakit. Mereka termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun yang dirawat karena hipotermia atau merosotnya suhu tubuh.

Tidak jelas berapa banyak orang yang hilang pada jalur trekking air yang populer. Akan tetapi setidaknya ada 36 pejalan kaki dalam dua kelompok yang diorganisir dalam perjalanan ngarai sepanjang 12 kilometer.

Gambar video menunjukkan penyelamat melewati sisi tebing yang curam untuk membawa pendaki ke tempat aman. Sebagian besar pendaki tidak menggunakan pemandu, sehingga mustahil untuk mengetahui berapa banyak orang berada di dalam ngarai.

“Masalahnya adalah kita tidak tahu berapa banyak orang yang dilanda banjir ini,” Carlo Tansi, kepala perlindungan sipil di Calabria, mengatakan pada Sky TG24. “Ini adalah perpecahan di medan yang sangat berat dan tinggi.”

Pemandangan Ngarai Raganello di Civita, Italia pada 20 Agustus 2018. (Antonio Iannicelli/AP)

Pada titik yang paling sempit, ngarai itu hanya selebar sekitar 1 meter. Titik paling sempit ada sepanjang 1,3 kilometer.

Jurang di sisi timur Taman Nasional Pollino itu memang menawarkan pendakian akuatik sepanjang sungai yang memotong batu besar. Para pendaki dan pejalan kaki dapat melewati air jatuh, bagaikan air dan kapal selam alami.

Jurang ini dibagi menjadi tiga bagian, ngarai atas, tengah dan bawah. Dengan waktu tempuh rata-rata antara 2,5 dan 3,5 jam, dengan beragam variasi kesulitan.

Ada pemandu yang disediakan oleh pengelola setempat. Mereka juga memberikan fasilitas spelunker dan instruktur penyelamat, yang memasok helm, pakaian olahraga air, dan peralatan lainnya. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds