Peran PKT di Pakistan dipertanyakan

Investasi PKT di Pakistan melalui Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC) telah melonjak. CPEC dianggap sebagai pusat dan proyek unggulan dari OBOR, yang bertujuan untuk memecahkan masalah kekurangan energi dan membangun jaringan transportasi di Pakistan.

‘Foreign Policy’ pada 3 Juli lalu menerbitkan sebuah artikel berjudul Pakistan Tidak Mampu Membiayai Persahabatannya dengan PKT. Di awal artikel itu telah disebutkan : Para elit Pakistan mengira jika dana dari PKT itu dapat menyelamatkan negara, mereka itu keliru.

Artikel itu mengatakan bahwa melalui memberikan pelatihan militer dan lainnya, PKT mencoba memelihara hubungan agar Pakistan menjadi salah satu kliennya, PKT juga berusaha mendorong Pakistan untuk memarahi India, tetapi tidak sampai memulai perang karena itu akan membuat batas keras yang didukung oleh PKT terbongkar.

Para kepala negara dan pejabat menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Forum OBOR Beijing, Tiongkok pada 15 Mei 2017. (Thomas Peter-Pool / Getty Images)

Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat telah lama skeptis tentang peran sebenarnya dari PKT di Pakistan. Kekhawatiran AS terkonsentrasi pada tujuan strategis PKT. Pertama, selama beberapa dekade, Tiongkok dan Pakistan cenderung menganggap hubungan mereka sebagai sarana untuk menghadapi India.

Seiring dengan kian jelasnya kontur CPEC, kedua komponen khusus yang menjadi utama dari proyek ini kian dipertanyakan orang, mereka menduga : Pangkalan militer Pakistan kemungkinan akan digunakan PKT untuk memperluas ruang lingkup operasi militer mereka  dan untuk membantu memperluas kemampuan nuklir Pakistan.

Secara khusus, PKT telah  membantu Pakistan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir baru di daerah dekat kota Karachi. Washington percaya bahwa langkah yang diambil PKT ini melanggar komitmen Tiongkok sebagai negara anggota Kelompok Pemasok Nuklir.

Selain itu, catatan anti-terorisme Tiongkok di Pakistan juga diragukan. Meskipun Tiongkok  mendorong militer Pakistan untuk ditempatkan di Waziristan Utara pada tahun 2014, tetapi itu keluar dari keinginan untuk memerangi militan Uighur di wilayah tersebut. Dan PKT terus menggunakan statusnya sebagai anggota permanen Dewan Keamanan PBB untuk memblokir sanksi terhadap teroris Pakistan.

Tentunya, Pakistan juga menggunakan PKT untuk menghentikan tekanan dari Amerika Serikat. Faktanya, ketika Washington khawatir terhadap militan Pakistan dan proyek senjata nuklirnya, investasi PKT di Pakistan mulai meningkat bertalian dengan Pakistan mengabaikan kekhawatiran AS.

Ketika Presiden Trump mengutuk ucapan Pakistan yang berbohong dan menipu dan kemudian mengancam akan membatalkan pemberian bantuan keamanan, Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi ketika melakukan debutnya di Forum Ekonomi Dunia menekankan bahwa investasi PKT yang akan memberikan manfaat bagi Pakistan.

Karena niat PKT di Pakistan telah diendus oleh pihak Washington, beberapa senator AS mengirim surat kepada Menkeu Steven Mnuchin dan Menlu Mike Pompeo pekan lalu yang mengungkapkan keprihatinan mereka tentang diplomasi jebakan utang yang diterapkan PKT.

Kekhawatiran yang muncul dari sebuah penelitian Pusat Pengembangan Global adalah, PKT sedang menggunakan kekuatan ekonominya untuk memaksa negara-negara ekonomi lemah ke lintasan strategis mereka.

Pada bagian akhir dari artikel ‘Foreign Policy’ menyebutkan bahwa dengan mengamati tindakan PKT terhadap Pakistan akan dijadikan uji eksplorasi dari niat global Beijing melalui inisiatif Sabuk Ekonomi Jalur Sutra.

Jika proyek pilot Pakistan benar-benar bisa berhasil, ia akan membeli lebih banyak komoditas dari Pakistan, mengurangi ketidakseimbangan perdagangan, dan melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan pemerintah Pakistan untuk mempromosikan reformasi yang berarti.

Namun, jika tujuannya sampai batas tertentu adalah memanfaatkan Pakistan untuk mengumpulkan kekayaan atau membangun platform militer baru, maka PKT mungkin akan terus menempatkan Pakistan di dalam perangkap utangnya. (Sin/asr)

Share

Video Popular