Brasilia – Warga yang marah di kota perbatasan Brasil, Pacaraima bertindak rusuh dan mengusir imigran Venezuela dalam beberapa hari terakhir. Kemarahan warga dipicu oleh penikaman dan pemukulan terhadap seorang pemilik restoran setempat oleh pengungsi Venezuela.

Demonstrasi dan ancaman kekerasan memaksa ratusan warga Venezuela melarikan diri kembali melintasi perbatasan dengan berjalan kaki. Gambar video yang dirilis oleh pemerintah negara bagian Roraima menunjukkan, penduduk setempat pun membakar barang-barang yang mereka tinggalkan dan ban bekas, untuk memblokir satu-satunya persimpangan jalan antara kedua negara, pada 18 Agustus 2018.

“Ledakan kemarahan itu juga dipicu oleh perampokan dan pemukulan keras terhadap seorang warga di rumahnya pada malam 17 Agustus oleh empat orang Venezuela,” kata sekretaris keamanan negara bagian Roraima, Giuliana Castro melalui telepon kepada wartawan.

Castro, yang juga kepala kepolisian negara bagian itu, mengatakan keempat tersangka warga negara Venezuela itu mencuri 23.000 reais (5.800 dolar AS) dari pemilik restoran, yang diidentifikasi hanya sebagai Raimundo. Dia menderita cedera kepala dan dilarikan ke rumah sakit, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Beruntung, korban berhasil melewati masa kritis dan kini dalam masa penyembuhan.

Setelah menyeberang kembali ke negara mereka, para migran Venezuela menyerang sedikitnya 30 orang Brasil yang tengah berbelanja di seberang perbatasan. Puluhan korban asal Brasil itu bahkan harus dibawa ke tempat penampungan, masih menurut Castro.

Pernyataan kementerian luar negeri Venezuela mengatakan kekerasan itu dipicu oleh xenophobia. Dimana warga Brasil mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap para pengungsi.

Pemerintah Venezuela juga menyatakan keprihatinan tentang laporan serangan terhadap warganya dan penggusuran besar-besaran terhadap WN Venezuela. Mereka meminta Brasil menjamin keselamatan mereka.

Puluhan ribu WN Venezuela menyeberangi perbatasan ke negara bagian Roraima selama beberapa tahun terakhir. Mereka melarikan diri dari kekacauan ekonomi dan politik di negara mereka. Masuknya mereka ke Brasil mengacaukan anggaran dan tenaga layanan sosial negara.

Imigran Venezuela juga membawa peningkatan kejahatan, pelacuran, dan penyakit menular. Mereka juga memicu insiden xenophobia, pejabat pemerintah Brasil mengatakan.

Seorang warga Pacaraima, Ismael mengatakan melalui telepon bahwa keempat orang Venezuela itu diduga memasuki rumah pemilik restoran. Tersangka mengikat korban dan istrinya, serta menikam dan memukuli korban dengan kejam sebelum merampok rumahnya.

“Orang-orang di sini angkat senjata. Mereka membakar barang milik orang-orang Venezuela yang berkemah di sini,” kata Ismael.

Dia mengatakan polisi sedang mencari empat pria yang merampok pengusaha restoran itu.

“Keluar, keluar, keluar! Kembalilah ke Venezuela,” teriak demonstran di Venezuela saat mereka bergegas melewati pos perbatasan membawa apa yang mereka bisa.

Pasukan militer Brasil yang ditempatkan di Pacaraima membantu menjaga ketertiban. Mereka meminta para imigran Venezuela untuk kembali melintasi perbatasan demi keamanan mereka sendiri.

Ekonomi Venezuela turun tajam dalam beberapa tahun terakhir. Gelombang protes berkala terhadap pemerintah kiri Presiden Nicolas Maduro juga terus terjadi. Maduro berpendapat bahwa dia adalah korban perang ekonomi yang dipimpin Washington, yang dirancang untuk menyabotase pemerintahannya melalui sanksi dan permainan harga.

Namun, pihak oposisi menilai Maduro hanya ingin cuci tangan. “Satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas tragedi ini adalah Maduro dan gengnya,” tweet politikus oposisi Venezuela, Ismael Garcia tentang gejolak di Brasil.

Pemerintah Roraima telah menyatakan situasi imigrasi sudah masuk ke fase krisis sosial. Mereka meminta pemerintah federal Brasil untuk menutup perbatasan, untuk alasan kemanusiaan.

Pemerintah Brazil mengatakan bahwa mereka sudah mengirim lebih banyak pasukan ke Pacaraima untuk mendukung polisi perbatasan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular