- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Heboh Pawai Anak Berkostum Hitam ‘Bersenjata’ dari Mendikbud Turun Tangan Hingga Kepsek Dicopot

Erabaru.net. Akhirnya Kepala Sekolah TK Kartika V-69 kota Probolinggo, Jawa Timur dicopot dari jabatannya. Sebelumnya sekolah ini merupakan asal sekolah dari anak-anak TK yang mengikuti pawai dengan bercadar hitam dan menenteng replika senjata.

Sontak saja video-video yang beredar menyorot kejadian ini langsung viral di media sosial. Sejumlah komentar dan kritikan disampaikan secara tegas oleh warganet atas dugaan terkait radikalisme.

Berbagai sumber media lokal menyebutkan pencopotan langsung dari Dinas Pendidikan kota Probolinggo tertanggal pada 21 Agustus 2018.

Kepala Disdikpora Kota Probolinggo M. Maskur kepada media menyebutkan hanya terjadi faktor kelalaian dari Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Atas kejadian ini, kata Maskur, bersangkutan telah menyampaikan permintaan maaf.

Sebelumnya, atas insiden ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy langsung mendatangi sekolah tersebut usai kunjungan kerja di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu (19/8/2018).

Mendikbud Muhadjir Effendy berdialog langsung dengan Kapolres Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Moch. Maskur.

Saat menggelar pertemuan tersebut, Mendikbud juga langsung berdialog dengan Ketua Panitia Pawai Budaya, Supini, dan Kepala Sekolah TK Kartika V-69 Probolinggo, Hartatik.

Mendikbud  Muhadjir Effendy mengatakan kedatangannya untuk mengetahui secara sempurna dan lengkap sesuai dengan fakta lapangan.

Mendikbud menuturkan kunjungannya ini untuk menunjukkan  dirinya tidak mudah percaya isu-isu yang beredar di sosmed.

“Saya menganggap ini serius dan ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai kita hanya percaya informasi dari medsos yang mungkin saja sudah terdistorsi,” ujar Mendikbud di Probolinggo seperti ditulis situs Kemdikbud.

Saat kunjungannya, Mendikbud mengatakan tidak tepat jika anak-anak dikenalkan atribut tersebut. Oleh karena itu, para anak-anak semestinya mengenakan atribut keberagaman budaya Indonesia.

Apalagi, kata Muhadjir, masyarakat Probolinggo dikenal sangat religius serta mengenakan atribut keislaman yang ramah dan menonjolkan toleransi.

Pada kesempatan tersebut, Mendikbud menegaskan tidak ada pelajaran radikalisme di sekolah TK Kartika V-69 kota Probolinggo.  Mendikbud berharap kepada masyarakat tak terprovokasi dengan potongan video maupun foto pawai budaya yang beredar di medsos. (asr)