Erabaru.net. Orang dahulu mengatakan membuang-buang makanan itu dosa. Makanan yang dibuang ini akan membebani saat diakhirat nanti.

Ada sebuah cerita seperti ini : Pada tahun 1989 silam, saya berkenalan dengan dua bersaudara perempuan bernama Li Li dan Li Shan, dua gadis cantik yang sangat piawai dalam berbisnis.

Setelah kaya raya dari bisnis yang dikelolanya, mereka pun berfoya-foya setiap hari, menikmati makanan enak dan makan sepuasnya, namun, mereka hanya makan sedikit dari sekian banyak makanan yang dipesan dan tersedia di atas meja.

Suatu hari, kakaknya yang bernama Li Li meninggal karena menderita kanker payudara, sang adik yang merasa kehilangan itu pun sangat sedih dengan kepergian kakaknya.

Pada saat perayaan Festival Musim Gugur atau juga dikenal dengan nama Festival Kue Bulan, dimana menurut tradisi masyarakat desa setempat, bahwa selama menghadap Bulan dan tidur-tiduran di atas meja bundar, bisa saling berhubungan dengan dunia lain, bertemu dengan sanak saudara yang telah meninggal.

Sang adik Li Shan pun melakukannya, dan ternyata dia tiba di dunia akhirat yang menyeramkan.

Li shan berjalan mengikuti arah hantu yang mengambang, dan ia melihat sesosok wanita dengan rambut yang berantakan, sekujur badannya yang kotor dan menyebarkan bau busuk yang menusuk hidung itu ternyata adalah kakaknya, Li Li.

Li Shan pun mengerutkan dahi dan bingung, kemudian memeluk kakaknya : “Kenapa kakak menyantap makanan-makanan yang begitu kotor dan bau busuk ini?”

Sang kakak berkata sambil menangis pilu : “Li Shan, empat drum makanan berjamur dan bau busuk ini adalah sisa makanan yang kita hambur-hamburkan di dunia

“ Setiap sisa makanan yang kita makan itu akan disimpan dalam drum ini, dan setelah meninggal hendak menuju ke gerbang neraka, sisa-sisa makanan dalam drum ini harus dimakan sampai habis baru bisa melanjutkan perjalanan menghadap Yama.

“ Lihatlah berapa banyak orang yang tampak begitu tersiksa harus menghabiskan sisa makanan yang dihambur-hamburkan semasa hidup mereka di dunia.”

“Ada yang sudah 10 tahun di sini hanya untuk menghabiskan sisa makanan yang dihamburkannya! Sementara punya kakak sudah habis, yang dimakan kakak sekarang adalah sisa makanan yang kamu hamburkan dulu, di atas drum ini ada nomor identitas dan fotomu.”

Mendengar itu, Li Shan, sang adik itu pun seketika membantu menghabiskan sisa makanannya.

Setengah jam kemudian, “perjalanan roh ke dunia lain” itu pun berakhir.

Roh sang adik, Li Shan akhirnya kembali lagi ke dunia manusia, namun, tak disangka tercium bau tak sedap dari mulut Li Shan saat siuman, lalu bergumam : “Mulai detik ini saya tidak berani lagi membuang-buang makanan.”

Masih beranikah Anda membuang-buang makanan setelah membaca cerita ini ? (jhn/yant)

Sumber: aboluowang.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular