Erabaru.net. Insiden robohnya bendera RRT terjadi saat penyerahan medali di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/08/2018).

Bendera bintang lima partai Komunis Tiongkok (PKT) ini jatuh saat pengibaran bendera ketika mars dinyanyikan.

Sebagaimana diketahui, bendera RRT ini dibuat ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai mengambil alih kekuasaan di Tiongkok.

Bendera RRT roboh di Asian Games 2018 (Istimewa)

Ketika robohnya bendera-bendera ini, bersamaan para atlet peraih medali sudah bersiap-siap di panggung mereka. Lagu mars  pun langsung dikumandangkan. Para atlet bersiap turut menyanyikannya.

Namun, kejadian yang tak terduga pun tiba. Baru setengah tiang ketika bendera itu dinaikkan, tiba-tiba langsung roboh dan jatuh ke lantai.

Bendera dengan penggereknya yang siap berada di puncak tiang tak mampu bertahan. Akhirnya dua bendera bintang lima itu jatuh meluncur ke bawah.

Bendera RRT roboh di Asian Games 2018 (Istimewa)

Tak hanya bendera yang ikut terjatuh, tiang penggerek pun ikut roboh.  

Bahkan, atlet peraih medali dari RRT pun terlihat menutup wajahnya ketika melihat robohnya bendera-bendera ini.

Bendera RRT roboh di Asian Games 2018 (Istimewa)

Pada akhirnya prosesi diulang kembali. Cara yang ditempuh tanpa menggerek bendera. Petugas di lapangan hanya membentangkan bendera yang terjatuh tadi.

Laporan ini disampaikan oleh sejumlah media arus utama di Indonesia yang memang menempatkan reporter saat insiden terjadi.

Bendera RRT roboh di Asian Games 2018 (Istimewa)

Ketika itu, atlet dari RRT Sun Yang membukukan angka tercepat di nomor gaya bebas 200 meter putra.

Perenang RRT ini mencatatkan 1 menit 45, 43 detik. Dia mendahului perenang Jepang Katsuhiro Matsumoto (1 menit 46,50 detik) dan perenang dari RRT lainnya Ji Xinjie (1 menit 46,68 detik). (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular