oleh Xin Ran

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ketika menerima wawancara media Malaysia baru-baru ini mengungkapkan bahwa, dalam kunjungannya di Beijing, Tiongkok. Ia telah membatalkan pengkonstruksian jalur KA pantai timur, jalur KA Cepat dan SSER (Suria Strategic Energy Resources) proyek jaringan pipa minyak dan gas.

Tak hanya proyek kereta api, Mahatihir juga meminta kepada perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut untuk mengikuti hukum dan peraturan Malaysia. Mahathir meminta mereka membongkar ‘Tembok Besar Tiongkok’ yang dibangun dalam kawasan industri di Kota Kuantan.

Menurut media ‘Today’s Malaysia’, di Kantor Pemimpin Pemimpin Yayasan di Putrajaya pada 23 Agustus, Mahathir menerima wawancara tersebut. Ini adalah pertama kalinya dia menerima wawancara media setelah kembali dari kunjungannya ke Tiongkok.

Mahathir mengungkapkan bahwa selama kunjungan, ia selain meminta Tiongkok untuk membatalkan proyek pembangunan jalur KA cepat dan jaringan pipa minyak dan gas SSER. Ia menyatakan harapan kepada perusahaan Tiongkok untuk membongkar ‘Tembok Besar Tiongkok’ yang berada dalam lokasi Malaysia Kuantan Industrial Park di Malaysia.

“Saya menjelaskan kepada pemerintah Tiongkok bahwa sama halnya kami akan sedapat mungkin untuk mengikuti hukum yang berlaku di negara mereka, kami juga mengharapkan orang-orang Tiongkok untuk mematuhi peraturan kami ketika mereka berada di Malaysia, dan mereka tidak akan mengatakan tidak”, kata Mahathir.

pryek one belt one road cina tiongkok
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menghadiri upacara penyambutan di Aula Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok 20 Agustus 2018 (Reuters / Jason Lee/ via Epochtimes.com)

Mahathir kemudian menjelaskan bahwa kawasan industri bukanlah wilayah negara asing sehingga juga harus mematuhi hukum Malaysia.

Kawasan Industrial Tiongkok – Malaysia telah menutup diri dengan tembok-tembok di sekelilingnya dan memblokir masuknya warga sipil Malaysia, ini tidak sesuai dengan peraturan Malaysia. Oleh karenanya, kata Mahahir, Malaysia meminta pembongkaran tembok karena itu salah di negara itu.

Ia melanjutkan dengan mengatakan : “Andaikata ada kejahatan di sana, maka kita memiliki tanggung jawab (untuk menegakkan hukum). Itu tidak mungkin menjadi tanggung jawab pemilik kawasan industri, bukan.”

Menurut informasi publik, pihak berwenang Beijing dan pemerintah Malaysia telah mencapai kesepakatan pada tahun-tahun sebelumnya lalu mendirikan kawasan industri Tiongkok – Malaysia di Kuantan pada 5 Februari 2013 yang sahamnya dimiliki bersama.

proyek one belt one road cina tiongkok merugikan malaysia
perdana menteri di Putrajaya, pada 13 Agustus 2018. (Manan Vatsyayana / AFP / Getty Images via Epochtimes.com)

Kawasan industri tersebut terdiri dari 3 proyek. MCKI (Malaysia China Kuantan Industrial) Park 1 menempati luas tanah sebesar 1.200 acre yang sekarang sedang dalam tahap pembangunan. MCKI Park 2 dan Park 3 yang masing-masing menempati luas tanah 1.000 dan 800 acre sampai saat ini pembangunannya belum dimulai.

MCKIP 1 selama proses konstruksi, pihak Tiongkok telah mendirikan tembok pemisah sepanjang 9 km dalam lokasi proyek.

Tembok itu selain untuk mencegah pekerja yang didatangkan dari Tiongkok keluar, juga memblokir masuknya pejabat Malaysia dan wakil rakyat ke lokasi.

Masyarakat setempat menyebutnya ‘Tembok Besar Tiongkok’ dalam kawasan industri di Malaysia. Beberapa orang menyebutnya kota kecil Tiongkok.

Opini publik percaya bahwa langkah Mahathir dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pemerintah Malaysia-lah yang memiliki kedaulatan atas kawasan industri tersebut. (Sin/asr)

Share

Video Popular