Moskow – Pemimpin oposisi Rusia yang dikenal kritis terhadap Presiden Vladimir Putin, Alexei Navalny ditahan oleh otoritas moskow pada akhir pekan kemarin. Navalny ditangkap di luar rumahnya di Moskow, 25 Agustus 2018.

“Penangkapan itu dilakukan menjelang unjuk rasa protes anti-pemerintah nasional yang sedang direncanakan. Operasi penangkapan layaknya penangkapan terhadap teroris,” ujar Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh.

Kira Yarmysh menambahkan, Navalny sempat dibawa ke rumah sakit usai ditangkap. Jari tangannya diduga patah dalam operasi penangkapan itu.

Navalny kemudian dibawa ke kantor polisi terdekat dan ditahan usai dibawa ke rumah sakit. Dia ditangkap karena kasus aksi unjuk rasa yang tidak berijin pada bulan Januari 2018, masih juru bicara, Kira Yarmysh.

Polisi Moskow belum mengeluarkan konfirmasi penangkapan itu hingga Minggu (26/8/2018). Mereka belum menjawab pertanyaan akan kebenaran penangkapan dan cidera yang diklaim oleh kerabat Navalny.

Navalny, dikenal sebagai musuh politik paling vokal terhadap Vladimir Putin. Dia kembali menyerukan unjuk rasa nasional pada awal September mendatang. Unjuk rasa itu rencananya akan memprotes rencana pemerintah Rusia untuk menaikkan usia pensiun bagi aparatur negara baik pria dan wanita.

Sebelum ditangkap, Navalny pada 24 Agustus 2018 mempublikasikan penyelidikan terkait garda nasional Rusia. Laporan penyelidikan itu menyatakan bahwa setidaknya ada 29 juta dolar AS atau ratusan miliar rupiah anggaran dikorupsi dalam kontrak pengadaan untuk Garda Nasional Rusia. Lembaga itu dipimpin oleh mantan pengawal Putin, Viktor Zolotov. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular