Sydney – Perdana menteri baru Australia, Scott Morrison, melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan pertanian yang dilanda kekeringan, Senin (27/8/2018) untuk menemui basis pemilih dan konstituen. Kunjungan dilakukan setelah gejolak dan krisis kepemimpinan selama sepekan terakhir.

Pekan ini, pemerintah kembali bekerja, setelah PM baru dilantik akhir pekan kemarin. Akan tetapi sebuah jajak pendapat terkemuka menunjukkan dukungan untuk koalisi partai penguasa merosot tajam. Koalisi Liberal-Nasional pun kini menghadapi tantangan besar dan terancam mengalami kekalahan dalam pemilu 2019.

Scott Morrison menjadi pemimpin keenam Australia dalam waktu kurang dari satu dekade. Dia dilantik pada hari Jumat (24/8/2018), setelah faksi partainya di Partai Liberal mendorong pelengseran Malcolm Turnbull.

Suara utama koalisi Liberal-Nasional koalisi turun empat poin menjadi 33 persen, dalam jajak pendapat terbaru Newspoll. Sebaliknya, dukungan bagi Partai Buruh terus menguat. Survei dua pekan lalu menunjukkan Partai Buruh unggul 51 banding 49. Kini Partai Buruh unggul menjadi 56 banding 44 persen.

Survei The Newspoll, yang diterbitkan oleh surat kabar Australia, juga menunjukkan pemimpin Partai Buruh, Bill Shorten, kini paling disukai untuk menjadi perdana menteri di antara para pemilih. Pemilihan berikutnya akan dijadwalkan pada Mei 2019.

PM Morrison sendiri adalah seorang pendukung Turnbull. Kini dia menjanjikan generasi kepemimpinan baru, dan mengakhiri pertarungan politik.

“Rakyat Australia mengharapkan bahwa parlemen mereka dan saya senang, itulah masalahnya. Era ‘pembunuh politik’ sudah lewat,” ujar Morrison kepada wartawan ketika ditanya tentang komentar dari mantan perdana menteri Tony Abbott, pemimpin faksi konservatif yang menggulingkan Turnbull.

“Masa kepahitan telah berakhir, dan era bekerja sama dan berfokus pada masa depan telah datang,” kata Morrison saat berkunjung ke Quilpie, sebuah kota kecil pedalaman yang berjarak sekitar 1.000 km (620 mil) ke arah barat Brisbane, ibukota negara bagian Queensland.

Kabinet baru Morrison akan diisi sejumlah menteri yang terlibat dalam pemecatan Turnbull. Mereka dirangkul sebagai sebagai tanda bahwa dia mencoba menyatukan partai. Namun, tidak ada jabatan menteri untuk Abbott, yang berperan besar di belakang panggung.

Menteri yang tetap diberi jabatan dan diangkat kembali diantaranya adalah Menteri Dalam Negeri Peter Dutton. Dia adalah menteri yang turut menantang kepemimpinan Turnbull pekan lalu.

Morrison memiliki mayoritas satu kursi, tetapi akan menghadapi pemilihan sela ketika Turnbull mengundurkan diri dari parlemen. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular