Asunción – Senapan serbu polisi di Paraguay diam-diam diganti dengan senjata mainan atau replika plastik dan kayu. Hal itu terungkap setelah pemeriksaan senjata digelar, baru-baru ini.

Inspeksi gudang senjata digelar setelah mulai munculnya senapan yang identik dengan milik polisi di pasar gelap lokal.

Awalnya, media Paraguay mengatakan bahwa 42 senapan telah ditukar. Akan tetapi, Kementerian Dalam Negeri kemudian menyebut ada 44 senapan otomatis yang hilang.

Media nasional menyebut pencurian itu sebagai ‘skandal paling memalukan’ dalam sejarah pasukan polisi negara itu. Pengalihan itu diungkap setelah pemeriksaan oleh provost polisi pada 21 Agustus 2018.

Pemeriksaan itu diminta setelah senapan serbu jenis ‘FN Fal’ mulai muncul setahun lalu di pasar gelap. Senapan itu dijual dengan harga 10.000 dolar AS (sekitar 140 juta rupiah), menurut BBC.

Menteri Dalam Negeri Paraguay, Juan Villamayor mengatakan bahwa penyelidikan mendalam masih berlangsung. Dia juga mengungkapkan bahwa dari Januari hingga Juli, sebanyak 90 senjata kecil juga hilang dari gudang.

Villamayor memerintahkan jaksa untuk menyelidiki hilangnya 44 senjata otomatis itu, menurut pernyataan yang dipasang di Twitter.

“Ini adalah kejahatan yang sangat serius,” kata menteri Juan.

Pasukan polisi negara itu kini sudah meningkatkan dan mengganti senjata dengan model senapan serbu yang lebih baru. Sehingga mereka menyimpan model lama di gudang senjata polisi nasional yang terletak di kota Capiata.

Setelah senapan mulai muncul di pasar gelap, militer memerintahkan penyelidikan yang akhirnya membawa mereka ke gudang senjata polisi.

Kepala Departemen Pertahanan dan Amunisi, Benjamin Segovia, mengatakan bahwa selama inventaris mereka menemukan beberapa perbedaan. Menurut ABC Color, Inspektur Kepala Segovia mengatakan antara detail senjata yang tercantum dalam daftar berbeda dengan senapan yang ada di gudang.

Sepintas, replika terlihat seperti aslinya. Akan tetapi pada pemeriksaan lebih dekat ada kekurangan pada mekanisme tembak, yang terbuat dari kayu dan komponen plastik.

Petugas polisi yang bertanggung jawab atas gudang senjata telah diganti. Namun, belum ada penangkapan sejauh ini.

Kota Capiatá berbatasan dengan Argentina. Pihak berwenang yakin beberapa senapan mungkin telah diselundupkan.

Menurut laporan media setempat, senapan itu berasal dari Brasil. Senapan tempur FN Fal pertama kali dikembangkan pada 1950-an, di Belgia.

Pada dekade-dekade berikutnya, senapan jenis itu sering digunakan dalam konflik berdarah. Senapan ini menjadi alternatif NATO untuk menandingi AK-47 buatan soviet di beberapa medan pertempuran. (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular