California – Sebuah mobil balap Ferrari langka dijual dengan harga rekor pada lelang oleh Sotheby’s Monterey, California, Amerika Serikat pada 25 Agustus 2018 lalu. Mobil Ferrari itu adalah seri 250 GTO buatan tahun 1962.

Bekas tunggangan juara dunia Phil Hill, dijual dengan harga tertinggi untuk sebuah mobil yang dijual melalui lelang. Mobil, dengan sasis #3413, dijual dengan harga 44 juta dolar (sekitar 616 miliar rupiah). Pemenang lelang bahkan harus merogoh kocek total 48,4 juta dolar AS, termasuk membayar ‘biaya pembeli’ kepada ‘balai lelang’.

Mobil dengan Chassis 3413 ini dibeli hanya seharga 7 juta dolar pada tahun 2000 oleh kolektor mobil Dr. Greg Whitten, karyawan Microsoft dan ketua Numeri saat ini, Autoblog melaporkan. Whitten menghasilkan hampir 40 juta dolar untuk investasinya.

Harga tertinggi yang dibayarkan untuk GTO 250 melalui lelang sebelumnya adalah 38 juta juta dolar. Rekor lama itu tercipta pada tahun 2014.

Meskipun 48,4 juta dolar terdengar seperti angka selangit, hal ini terasa kecil bagi CEO WeatherTech, David MacNeil. Dia dilaporkan mengeluarkan 70 juta dolar untuk jenis Ferrari 250 GTO lainnya pada bulan Juni tahun ini, menurut Motor Authority.

Semua Asli, Dengan Sejarah Balapan yang Kaya
Mobil itu adalah yang ketiga dari hanya 36 unit seri 250 GTO yang diproduksi antara 1953 dan 1964. Mobil telah dimodifikasi pada bagian bodi, oleh rumah desain Scaglietti.

Bagian bodi ditingkatkan menjadi model spesifikasi Seri II GTO/64, dengan panel layar yang menonjol di samping jendela belakang. Hanya ada tujuh dari 36 unit GTO yang menerima modifikasi atau peningkatan semacam ini.

Karena modifikasi bodi adalah pekerjaan yang disetujui pabrik, mobil dianggap orisinal, dengan ‘nomor yang akur’. Nomor seri pada chassis, gearbox, dan diferensial semua cocok dengan catatan yang dikeluarkan pabrik pada saat produksi.

Mobil itu dianggap sebagai salah satu Ferrari tua yang paling dicari karena pengerjaan bodi dan sejarah balapannya yang langka.

Phil Hill adalah pembalap pertama yang menggunakan ‘Chassis 3413’. Dia menggunakan mobil untuk berlatih balapan ketahanan pada turnamen ‘Targa Florio 1962’.

Hill adalah pembalap Amerika pertama yang memenangkan kejuaraan ‘the World Driving Championship’, yang tercatat dilakukan pada tahun 1961. Hanya satu orang Amerika lainnya, Mario Andretti, yang memenangkan turnamen yang sama pada tahun 1978.

Hill juga merupakan pembalap Amerika pertama yang memenangkan Le Mans 24, pada tahun 1958. Prestasi itu diulang kembali pada 1961 dan 1962. Setiap mobil yang ia kendarai, dalam latihan atau dalam balapan, segera menjadi kendaraan bersejarah.

Sasis 3413 dijual pada awal tahun 1962 kepada Ny. Arnalda Colombo, yang membeli mobil untuk suaminya, perancang terkenal Italia, Edoardo Lualdi-Gabardi, menurut Sotheby.

Lualdi-Gabardi adalah pembalap pribadi yang terkenal, yang mengemudikan mobil hingga sembilan kemenangan dan satu runner-up di 10 seri tahun itu. Dia pun memenangkan kejuaraan GT Italia.

Lualdi-Gabardi menjual mobil itu kepada Gianni Bulgari, pada bulan April, 1963. Bulgari, adalah keturunan dari rumah perhiasan terkenal, mengendarai Chassis 3413 untuk memenangi turnamen balap Targa Florio pada 1963 dan 1964.

Mobil itu melesat pada lintasan balap resmi sebanyak 20 kali lagi, sebelum resmi dipensiunkan. Mobil itu tidak pernah hancur. Karena sejarahnya dan kondisi aslinya, maka mobil dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari jenisnya.

Mobil itu melaju untuk terakhir kali di Trophy Redex di Brands Hatch pada tahun 1965, di mana dia mengakhiri karir balapnya dengan kemenangan.

Mobil itu kemudian berlomba dalam berbagai peristiwa bersejarah, sebelum dijual ke Whitten pada tahun 2000.

“Perjalanan saya dengan 250 GTO telah berakhir,” kata Whitten kepada Auto Classics, “tetapi saya senang melihat betapa mobil yang fantastis ini dinikmati oleh pemilik baru. Mereka akan melihat daftar superlatif yang tampaknya tidak bisa dipercaya, yang digunakan untuk menggambarkannya. Legenda yang legendaris, bersejarah, dan suci. Tetapi saya dapat meyakinkan mereka bahwa begitu mereka berada di belakang kemudi, mereka akan mengerti bahwa setiap hal dari mereka adalah benar-benar istimewa.” (CHRIS JASUREK/NTDTV/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular