Erabaru.net. Dalam hidup, setiap orang pasti akan ada beberapa kenangan, baik yang menyenangkan maupun tidak. Kenangan yang indah dan mengesankan akan membuat orang selalu mengukirnya dalam hati, sementara kenangan yang buruk tentu akan sangat menyakitkan untuk dikenang.

Banyaknya orang yang selalu merasa risau dan tersiksa itu karena mereka memiliki ingatan yang sangat baik, mereka selalu tidak dapat melupakan orang-orang dan hal-hal yang terjadi sebelumnya.

Kenapa harus membuat lelah pada diri sendiri secara fisik dan mental? Mengapa tidak bisa menjadi orang yang pelupa, menjalani kehidupan yang santai dan menyenangkan?

Lupakan budi yang pernah Anda berikan kepada orang lain

Pepatah orang dahulu: “Tidak berharap balasan saat bersedekah atau memberikan bantuan”. Tetapi dalam kehidupan kita sehari-hari, ada beberapa diantaranya yang selalu merasa bahwa orang yang telah dibantu itu telah berutang budi kepadanya setelah dia memberikan bantuan pada orang bersangkutan.

Mereka selalu memikirkan orang yang telah dibantu itu harus tahu membalas budinya. Mereka juga kerap bersikap angkuh dan tidak menghargai orang bersangkutan di hadapan orang lain.

Tidak masalah sekali dua kali bersikap seperti itu, tetapi kalau sudah berkali-kali itu akan membuat orang yang pernah menerima budi mereka juga akan merasa tidak nyaman dan serba salah. Jika demikian halnya, perasaan orang ini pun akan menjadi lebih kesal, karena dia menganggap orang yang telah dibantunya itu adalah sosok orang yang tidak tahu berterima kasih. Dia merasa kecewa, marah bahkan timbul perasaan benci, menjadi kesal dan uring-uringan sendiri karena menurutnya telah menyia-nyiakan niat baiknya pada orang itu.

Membantu orang lain adalah hal yang baik, tetapi karena selalu memikirkan dan mengingatnya, maka itu menjadi beban yang justru membuat diri Anda tersiksa dan tidak nyaman.

Siapa pun, pasti ada saatnya perlu bantuan orang lain, jadi harus selalu ingat bantuan dari orang lain, sebaliknya jangan selalu mengingat bantuan yang pernah Anda berikan kepada orang lain, dengan begitu baru bisa membuat hidup menjadi nyaman dan damai.

Singkirkan perasaan benci terhadap orang lain dan hal-hal sebelumnya yang tidak menyenangkan

Kita hidup di dunia pasti akan bertemu dengan banyak orang dan karakter. Setelah mengalami banyak hal, mungkin ada banyak hal diantaranya yang membuat kita murka.

Mungkin ada banyak hal yang membuat kita tak berdaya atau bahkan membuat cemas sampai tidak bisa makan dengan tenang dan tidur nyenyak.

Ketika seseorang menaruh dendam di dalam hatinya, itu tak ubahnya seperti membenamkan dirinya ke dalam sangkar. Pandangan mereka akan selalu menatap orang yang dibencinya, kemudian melakukan hal-hal yang tidak mereka sadari, dan perlahan-lahan mereka akan menjadi semakin tidak seperti sosok diri mereka sendiri yang sebenarnya.

Hal-hal yang tidak menyenangkan juga seperti seberkas luka yang akan membuat Anda tersiksa setiap kali Anda memikirkannya, dan semakin Anda memikirkannya, justru akan semakin terperosok lebih dalam.

Karena itu, ketika hidup di dunia, jangan takut menjadi seseorang yang sedikit pelupa, lupakan kebencian dan kemarahan terhadap orang lain. Menyingkirkan kebencian adalah pelepasan terbaik dari belenggu yang menghimpit pikiran.

Begitu kita melepaskan semua ini, akan kita rasakan bahwa sinar mentari hangat yang sudah lama hilang itu akhirnya menghangatkan sanubari kita di kegelapan.

Jangan larut dalam gemilang masa lalu

Ada yang bilang, tenggelam dalam masa lalu yang gemilang adalah batu sandungan terbesar di masa depan. Setiap orang memiliki masa lalu, ada saat-saat yang menyenangkan, tetapi itu semua hanyalah masa lalu. Namun, banyak orang yang tidak memahami hal ini, mereka selalu tenggelam dalam kesuksesan masa lalu hingga tak mampu melepaskan diri.

Melihat kehidupan orang lain di masa lalu tidak sebagus mereka, tetapi sekarang hidup orang lain itu jauh lebih baik daripada mereka sendiri, sementara mereka tidak mencoba berusaha untuk mengejar ketertinggalannya, mereka justru merasa tidak adil melihat nyamannya hidup orang lain: Atas dasar apa hidup mereka sekarang begitu baik dan nyaman padahal dulunya sosok orang yang gagal?

Ketika orang lain melangkah maju setahap demi setahap, mereka justru hanya terpaku pada “masa lalu.” Akibatnya, jurangnya pun bertambah besar dan hidup juga semakin tidak lancar.

Mereka yang tenggelam dalam masa lalu yang gemilang itu selalu berpikir bahwa nasiblah yang mempersulit hidup mereka ketika mereka yang memiliki bakat atau kemampuan hebat itu mengalami nasib yang buruk, sehingga mereka pun menjadi kesal dan selalu menyalahkan orang lain.

Kemarin adalah masa lalu, begitu juga dengan kejayaan, semuanya adalah masa lalu. Jika Anda tidak larut dengan kejayaan masa lalu, terus melangkah maju, dan tidak merasa kecewa dengan kehidupan yang dijalani, sehingga dengan demikian langkah demi langkah dalam kehidupan itu juga akan membuat kita bahagia.

Hidup itu singkat, jadilah sesosok orang yang pelupa

Coba lihatlah orang-orang di sekitar kita, akan kita temukan bahwa orang dengan ingatan yang baik itu umumnya tidak nyaman dalam hidupnya. Karena terlalu banyak orang dan hal ihwal di dalam hati/pikiran mereka, dan selalu larut di dalamnya, sehingga mengganggu pikiran mereka sendiri dan selalu meronta dalam ketersiksaan.

Sekali lagi, hidup ini terlalu singkat, tidak ada waktu untuk menyiksa diri dan menghabiskannya dengan sia-sia, so, mengapa tidak menjadi orang yang pelupa?

Jangan biarkan seseorang dan segala sesuatu di masa lalu itu membelenggu pikiranmu. Hidup itu perlu bergerak maju, melepaskan orang lain, dan melepaskan masa lalu, yakni melepaskan dirimu yang terbelenggu oleh semua itu.(jhn/yant)

Sumber: bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular