Erabaru.net. Xiao Zhuang atau Pham Thi Huyen Trang (Nama dan marga dalam bahasa Vietnam) baru berusia tujuh belas tahun, tetapi dia dan kakak laki-lakinya sudah harus menanggung beban hidup satu keluarga. Ibu mereka, adik perempuan mereka yang sakit parah dan utang sebesar 200 juta Dong Vietnam atau sekitar  125, 8 juta rupiah.

Saat teman-teman sebayanya sekolah, sibuk dengan studi dan berkumpul bersama teman-teman, Xiao Zhuang justru harus hidup di dunia yang sama sekali berbeda. Setiap keluarga memiliki problemanya masing-masing, setiap orang harus hidup di bawah takdir yang telah digariskan oleh-Nya.

Melansir Youth Daily setempat, keluarga Xiao Zhuang mengalami banyak kesulitan yang menghimpit keluarganya. Dua tahun lalu, ibunya didiagnosis mengidap kanker kolorektal/kanker usus besar. Sementara itu, adik perempuannya juga menderita penyakit serius, sedangkan ayahnya terbaring lemah di atas tempat tidur pasca pengangkatan kandung empedu.

Dalam waktu bersamaan, ada tiga pasien dalam keluarganya, jadi biaya pengobatan pun tidak sedikit. Dan yang lebih menyesakkan dada, dia juga terpaksa meminjam uang dengan bunga yang tinggi untuk pengobatan ibunya. Karena itu, dia harus menanggung beban bunga yang tinggi setiap bulan.

Ibu dan adik perempuan Xiao Zhuang masing-masing mengidap penyakit serius. (Internet)

Tanpa kemampuan keuangan yang memadai, beban untuk membayar utang semuanya ditanggung oleh anggota keluarga yang sehat, yakni kakak laki-lakinya dan Xiao Zhuang sendiri.

Sejak itu, kehidupan gadis remaja kelas dua SMA di Provinsi Quang Nam, Vietnam, ini berubah secara dramatis.

Demi membantu kakak laki-lakinya merawat orangtuanya, selain belajar, selebihnya dia harus bekerja untuk mendapatkan uang.

Tampak Xioa Zhuang sedang memlester tembok. (Internet)

“Saya ingin berusaha mencari uang sebanyak mungkin, untuk meringankan derita orangtua saya,” kata Xiao Zhuang saat diwawancarai reporter Youth Daily setempat.

Dengan pandangan yang sederhana dan kuat, Xiao Zhuang mulai bekerja di lokasi bangunan. Pekerjaannya di sana sama seperti pekerja laki-laki lainnya: mengangkut batu bata, mengaduk campuran semen dan sebagainya.

Gadis 17 tahun ini mengatasi semua kesulitannya dengan mengandalkan badan yang sehat dan tekad, tidak berbeda dengan pekerja pria lainnya di lokasi bangunan.

Sepulang sekolah, Xiao-zhuang langsung ke lokasi bangunan. (Internet)

Di lokasi bangunan, gadis muda itu bekerja keras dengan penuh semangat, dan tidak mengeluh apa pun. Karena rajin dan bekerja serius, dan kondisi ekonomi keluarga juga memprihatinkan, bos-nya pun merasa simpati, dan membantunya dengan sedikit tambahan upah.

Xiao Zhuang bekerja dengan rajin pekerjaan yang sangat menguras tenaga itu. (Internet)

Setiap pagi Xiao Zhuang berangkat sekolah sampai jam 12 siang, kemudian langsung menuju ke lokasi bangunan untuk bekerja. Pada jam 7 malam, Xiao zhuang pulang memasak untuk orangtua dan adik perempuannya. Sampai pada jam 9 malam, Xiao zhuang baru punya waktu untuk belajar dan kerap sampai larut malam baru tidur.

Pekerjaannya di sana sama seperti pekerja pria lainnya. (Internet)

Saat tidak ada pekerjaan di lokasi bangunan, Xiao Zhuang akan pergi ke tetangga desanya untuk mengambil sampah daur ulang. Inilah yang dilakukan ayahnya sehari-hari saat masih sehat. Sekarang ayah nya jatuh sakit, dan pekerjaan itu pun dilanjutkan Xiao Zhuang.

Xiao Zhuang menggantikan peran ayahnya mengumpulkan sampah daur ulang. (Internet)
Xiao Zhuang selalu bekerja dengan rajin semua pekerjaannya tanpa mengeluh sedikit pun, dia berusaha mengumpulkan uang hanya untuk biaya pengobatan kedua orangtuanya yang sakit. (Internet)

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya mencari uang untuk keluarganya, dan Xiao Zhuang merasa bahagia bisa melalukan sesuatu untuk segenap keluarganya. (Interent)

Meskipun dia harus sekolah dan bekerja, tetapi dia tetap bisa tertawa ceria saat ngobrol dengannya. Senyumnya seakan bisa mencairkan semua kecemasan dan kesedihan. Dia menjadikan kesulitannya itu sebagai dorongan kekuatan, semakin susah dan berat, justru semakin memberinya kekuatan.

 

Makan sekedarnya bersama keluarga. (Internet)

Meskipun hanya sebagai tenaga lepas di proyek dan mengumpulkan sampah daur ulang, namun, tidak ada yang memandang rendah dirinya. Karena dia bekerja keras setiap hari hanya untuk memberi kehidupan yang lebih baik kepada orangtuanya.

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Xiao Zhuang baru bisa belajar dengan tenang. (Internet)

Meskipun hidup serba memprihatinkan, tapi Xiao Zhuang tidak pernah meninggalkan mimpinya untuk kuliah, dia bertekad mewujudkan impiannya menjadi seorang insinyur kimia atau insinyur/ahli teknik sipil. Yang paling penting, Xiao Zhuang sadar akan pentingnya belajar, karena belajar dapat membantun mewujudkan mimpinya.(jhn/yant)

Sumber: cocomy.net

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular