Erabaru.net. Kadangkala, kita suka membaca kisah nyata dan pengalaman yang telah dilalui orang lain sebagai sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita untuk bersyukur atas hidup ini dan berjuang dengan tegar.

Ini adalah cerita tentang Patrick ‘Blake’ Leeper, seorang atlet paralimpiade dari Amerika Serikat yang selalu meraih hasil yang baik di lapangan sejak dia mulai bergabung pada tahun 2011.

(Foto: Facebook)

Tapi apa yang menarik adalah, Blake dilahirkan tanpa kedua kaki! Sejak usia 9 bulan, Blake telah menggunakan kaki palsu yang dipasang dari lututnya. Dengan kaki palsu ini, Blake dapat bergabung dengan berbagai kegiatan olahraga favoritnya seperti bola basket, baseball dan sebagainya.

Tapi ketika bermain bisbol, pernah terjadi satu peristiwa yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun …

(Foto: Facebook)

Blake berhasil memukul bola home run dan terus menerima pujian dan semangat dari semua anggota timnya. Bahkan, ayahnya yang berada di base ketiga bersorak dan mendorong Blake untuk melanjutkan perjalanannya ke base terakhir dan memberi nilai untuk tim.

Namun, saat dia berlari dan mendekati base terakhir, tiba-tiba salah satu kaki palsu Blake terlepas !

(Foto: Facebook)

“Saya terduduk di tanah dengan satu kaki terlepas. Saya pikir saya telah mengecewakan ayah saya dan rekan tim saya. Saya sangat marah pada diri saya sendiri. Saya merasa marah pada dunia. Saya bertanya pada diri sendiri, mengapa saya? Ini semua tidak adil. Mengapa saya dilahirkan tanpa kaki? Mengapa saya harus melalui semua ini? “

(Foto: Facebook)

Mungkin, semua pertanyaan ini akan keluar dari mulut kita jika kita harus melewati ujian seperti itu. Namun, Blake menyadari bahwa mengasihani diri sendiri juga dapat menyebabkan kehancuran pada keyakinannya.

(Foto: Facebook)

Justru , satu semangat timbul pada diri Blake. Jika dia tetap terduduk di sana, dia tidak akan bisa membawa kemenangan untuk timnya, dia tidak akan pernah menikmati kemenangan di pertandingan bisbol pada menit terakhir.

Jadi, Blake memutuskan untuk mengabaikan semua kata-kata negatif yang bermain dalam pikirannya dan terus bersemangat untuk terus berlari.

(Foto: Facebook)

Saat memasuki sekolah menengah, Blake memutuskan untuk bergabung dengan tik atletik

(Foto: Facebook)

“Ceritaku adalah segalanya bukan tidak mungkin. Anda dapat melakukan apa saja asalkan Anda tetapkan pikiran untuk mencapainya dan berikan fokus serta menempatkan 120% usaha untuk menangani apa pun tantangan yang dihadapi. “(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds