oleh Chen Juncun

Meskipun Tiongkok merupakan pasar besar bagi produk semikonduktor, industri tersebut telah cukup lama dikembangkan di Tiongkok. Lagi pula pemerintah juga menyediakan dana untuk mendukung perkembangannya, tetapi teknis dan kapasitas produksi manufaktur Tiongkok masih tertinggal jauh di belakang pesaing asing.

Beberapa ahli mengatakan bahwa pabrikan Tiongkok ingin mengejar ketertinggalannya dari produsen asing, “Itu akan memakan waktu lama” kata pakarnya.

Menurut CNBC bahwa Chu Lung, Ketua Asosiasi Industri Semikonduktor Internasional (SEMI) untuk wilayah Tiongkok dalam ‘Morgan Stanley Technology, Media dan Telecom Conference’ yang diselenggarakan di Beijing mengatakan bahwa industri semikonduktor telah lahir selama beberapa dekade.

Industri tersebut akan memiliki putaran pertumbuhan baru karena munculnya teknologi kecerdasan buatan dan jaringan seluler 5G.

Chu Lung mengatakan bahwa pihak berwenang Tiongkok pada tahun 2014 telah memperkenalkan pedoman dengan harapan untuk mempromosikan pengembangan industri semikonduktor Tiongkok melalui inovasi dan investasi.

Meskipun pabrikan Tiongkok telah melipatgandakan investasi mereka dalam upaya untuk menguasai industri chip memori ( chip ), tetapi pabrikan Tiongkok tetap berada di belakang persaingan global.

“Ada bukti menunjukkan bahwa dana telah diinvestasikan, tetapi saya pikir masih membutuhkan sebuah waktu lama bagi Tiongkok untuk mengejar ketertinggalan mereka, apalagi jadi pemimpin global di industri ini,” kata Chu Lung.

Menurut laporan IHS Markit, pendapatan industri semikonduktor global pada tahun 2017 meningkat sebesar 21,7% menjadi USD. 429,1 miliar, industri ini didominasi oleh Samsung Electronics, Intel, SK Hynix dan Qualcomm.

Chu Lung mengatakan, konsumsi chip Tiongkok menyumbang lebih dari separuh dari total output dunia, tetapi pabrikan Tiongkok hanya dapat memenuhi 13% dari permintaan lokal, hal ini menunjukkan bahwa Tiongkok memiliki defisit perdagangan yang besar di bidang ini.

Sejak tahun 2014, Tiongkok telah menyiapkan sejumlah dana yang disalurkan lewat BUMN  dan pemain dalam bidang ini untuk pengembangan industri semikonduktor, demi mempromosikan produksi chip buatan lokal untuk nantinya menantang pesaing internasional.

Namun keterlibatan pemerintah Tiongkok dalam pengembangan industri semikonduktor, cara-cara yang digunakan pemerintah Tiongkok justru seperti apa yang dikeluhkan oleh AS yang akhirnya menimbulkan konflik dalam perdagangan.

Pada saat konflik perdagangan semakin tajan, Chu Lung mengatakan bahwa banyak produsen di industri semikonduktor mengkhawatirkan investasi mereka di pasar Tiongkok. (Sin/asr)

Share

Video Popular