Erabaru.net. Seorang pria yang telah bertahun-tahun bekerja di luar pulau akhirnya pulang ke rumah.

Sebelum pria itu pulang ke rumahnya bosnya bertanya kepadanya: “Anda ingin 20 tahun gaji atau 3 kata-kata nasihat ?” Tanyanya bosnya dengan mimik serius.

”Saya besok baru pulang, jadi besok pagi saja saya kasih jawabannya ?” katanya.

“Baiklah” sahut bosnya.

Malamnya, pria itu tidak bisa tidur. Keesokan paginya, dia berkata kepada bosnya : “Saya ingin 3 nasihat.

Bos nya kemudian memberinya tiga kata nasihat.

Pertama, jangan mencoba untuk mencari jalan pintas yang tidak mungkin. Tidak ada yang bisa didapatkan tanpa jerih payah di dunia ini. Hanya dengan upaya serius dan sungguh-sungguh itu barulah cara terbaik … tidak peduli kerja apa pun.

Kedua, jangan terlalu penasaran terhadap sesuatu yang Anda tahu bukan hal yang baik. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan nyawa karenanya.

Ketiga, jangan membuat keputusan apa pun saat emosi, jika tidak, keputusan itu kemungkinan akan menjadi penyesalan seumur hidup Anda.

Usai menyampaikan nasihatnya, sang bos kemudian memberinya sejumlah uang dan tiga buah roti, dan berpesan : Roti yang paling besar itu baru boleh dimakan setelah kamu tiba di rumah.

Pria itu pun pulang … Selama beberapa hari dalam perjalanan … Dia makan setengah dari roti pertama, tak lama kemudian dia tiba di persimpangan, dan bertanya pada pejalan kaki : Selamat siang pak, mau nanya jalan mana ya yang paling dekat ke desa sebelah ?

Pejalan kaki A : “Ambil jalan pintas saja, lebih dekat.”

Pejalan kaki B: “Jalan raya saja, lebih aman.”

Karena ingin segera bertemu istrinya, dia pun memilih jalan pintas. Baru jalan beberapa langkah, dia mendengar dari pejalan kaki ada perampok di sekitar daerah itu, dia pun teringat pesan pertama dari bosnya : Jangan pernah mencoba mencari jalan pintas. Kemudian, dia berbalik arah memilih jalan raya.

Setelah beberapa hari berjalan, dia memakan sebagian roti kedua … tak lama kemudian, dia menemukan sebuah penginapan yang sangat murah untuk menginap.

Di tengah malam yang sunyi, sayup-sayup dia mendengar isak tangis seorang wanita, dia pun merasa terganggu dan tidak bisa tidur.

Karena penasaran dia pun bermaksud keluar untuk melihat-lihat, tapi tiba-tiba dia teringat dengan pesan kedua dari bosnya : Jangan terlalu penasaran terhadap sesuatu yang dirasa memang bukan hal yang baik.

Sampai disitu, dia kembali berusaha memejamkan mata dan tertidur.

Keesokan paginya saat akan melanjutkan perjalanan, pemilik penginapan itu tampak terkejut sambil berkata : “Anda masih hidup? !” Pria itu mengerutkan dahi, bingung dengan ucapan pemilik penginapan, lalu bertanya kepadanya.

Pemilik losmen mengatakan bahwa dia memiliki seorang anak perempuan yang mengalami gangguan mental. Anak perempuannya itu akan menangis saat penyakit gilannya kumat, untuk menarik perhatian orang dan membunuhnya saat orang itu keluar.

“Hanya Anda sendiri yang masih hidup diantara tamu lain yang menginap disini,” kata pemilik losmen.

“Ah….” gumam pria itu dengan tarikan nafasnya.

Beberapa hari kemudian, saat menghabiskan roti kedua, rumahnya sudah tidak jauh lagi. Dia semakin bersemangat. Tak lama menjelang gelap, dia sudah tiba di desanya.

Saat tiba di rumah dan mau mengetuk pintu, sayup-sayup dia mendengar suara seorang pria di dalam rumahnya.

Darahnya seketika bergejolak karena emosi tak terbendung. Dia mengambil sebilah kapak dan bermaksud menerjang ke rumah untuk menghabisi pria itu.

Tapi kemudian dia teringat dengan pesan ke tiga dari bosnya : Jangan membuat keputusan apa pun saat emosi, karena besar kemungkinan keputusan ini akan membuat Anda menyesal seumur hidup.

Sampai disitu, dia menenangkan dirinya, dan duduk tenang semalaman di teras rumahnya.

Keesokan paginya, dia langsung mengetuk pintu, dan istrinya tampak tersenyum bahagia melihatnya sudah pulang.

Tapi justru dia yang bersikap dingin : “Siapa pria itu? tanyanya spontan tanpa basa basi.

“Oh, itu anak kita,” sahut strinya sambil menyunggingkan senyum bahagia.

Tak lama setelah kamu pergi meninggalkan kampung untuk mencari nafkah, aku….Saat itu, sebelum sempat mendengar cerita isterinya, dia melihat putranya itu sangat mirip dengannya.

Pertama kali bertemu, ayah dan anak itu pun berpelukan sambil menahan tangis haru dan bahagia.

Beberapa saat kemudian, pria itu mengambil roti ketiganya dan bermaksud makan bersama dengan istri dan putranya …

Dan tak disangka, dia melihat total slip gajinya berada di dalam roti dari bosnya itu saat dia memotongnya.

Jadi kita harus mempertimbangkan segala apa pun yang kita lakukan atau kita sendiri yang akan menyesalinya nanti!

Sebenarnya, ini adalah pesan dalam perjalanan hidup kita masing-masing :

Jangan mencoba untuk mencari jalan pintas yang tidak mungkin. (Jalan pintas apa pun itu bisa jadi merupakan jebakan, jalanilah hidup Anda dengan sabar di jalan yang telah diatur oleh-Nya, dengan begitu baru akan menemukan ketentraman dan kedamaian dalam perjalanan hidup Anda.)

Jangan terlalu penasaran terhadap sesuatu (rasa ingin tahu itu dapat mencelakai diri Anda !)

Jangan membuat keputusan apa pun saat dikuasai emosi, (Emosi itu adalah iblis yang merasuk sukmamu, disaat Anda sendiri tidak dapat mengendalikan gejolak hati (emosi), Anda juga tidak akan dapat mengendalikan sesuatu apa pun). (jhn/yant)

Sumber: pretties.news

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=UF2FVf6yNVQ

Share

Video Popular