Erabaru.net. Kelengkeng juga disebut lengkeng (Dimocarpus Longan) adalah buah yang mudah ditemui. Tanaman buah ini berasal dari kawasan Asia Tenggara. Selain rasanya yang enak, manis, buah ini juga berkasiat sebagai obat. Memiliki khasiat menguatkan jantung dan limpa serta mengencangkan payudara.

Seperti halnya lerak, biji kelengkeng yang mengandung saponin kadang-kadang dimanfaatkan untuk mencuci rambut. Biji, buah, daun dan bunga kelengkeng juga digunakan sebagai bahan obat tradisional, terutama dalam ramuan Tiongkok. Daunnya mengandung quercetin dan quercitrin.

Berikut adalah khasiat lain dari buah kelengkeng.

Mengencangkan payudara

Banyak yang tidak tahu bahwa kelengkeng memiliki khasiat ini. Kelengkeng memiliki khasiat sebagai suplemen pengencang payudara.

Dalam pengobatan Tiongkok, kelengkeng digunakan untuk menguatkan energi vital, sementara bagi kaum wanita yang sering mengonsumsi buah ini, wajahnya akan tampak kemerah-merahan dengan tubuh yang padat berisi.

Penambah darah dan menguatkan otak

Memiliki khasiat sebagai penguat sekaligus suplemen bagi otak. Dalam buku Compendium of Materia Medica atau buku farmakologi tradisional Tiongkok kuno disebutkan, bahwa buah ini dapat “mengembalikan fungsi limpa dan menguatkan otak”.

Mencerahkan kulit dan anti penuaan

Buah kelengkeng kaya akan nutrisi, dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, sehingga memiliki khasiat dalam hal kecantikan kulit dan anti penuaan.

Mencegah kanker

Dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh.

Membuat tidur nyenyak

Memiliki efek menenangkan saraf, menambah darah dan menguatkan limpa.

Menurunkan kolesterol

Dapat mengurangi kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Sayangnya tiga kategori orang-orang ini tidak boleh mengonsumsi kelengkeng:

Wanita hamil

Ibu hamil tidak baik mengonsumsi buah kelengkeng secara berlebihan, karena dapat mengalami kesulitan saat proses persalinan, jadi sebaiknya hindari makan kelengkeng untuk mencegah keguguran.

Penderita asam urat

Penderita asam urat juga dihimbau menghindari makan kelengkeng untuk mencegah pembengkakan dan nyeri sendi.

Penderita asma

Penderita asma sebaiknya juga menghindari mengonsumsi buah ini, jika tidak, akan rentan memicu batuk panas.

Pantangan saat makan kelengkeng:

1. Kelengkeng tidak boleh dimakan bersama dengan lobak

Lobak termasuk dalam kategori makanan penurun panas, sehingga tidak baik dikonsumsi bersama dengan kelengkeng, karena buah ini bersifat panas.

2. Tidak boleh dimakan bersama pisang

Jika buah kelengkeng yang sifatnya panas dimakan bersama dengan pisang yang bersifat dingin, maka itu tak ubahnya seperti minyak dan air yang saling bertentangan.

3. Tidak baik mengonsumsi kelengkeng secara berlebihan

Makan kelengkeng secara berlebihan dapat memicu panas dalam, menyebabkan ketidaknyamanan pada tenggorokan, karena buah ini termasuk ke dalam jenis makanan yang bersifat panas.

Meskipun buah kelengkeng memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan juga kecantikan kulit, namun juga memiliki beberapa efek samping yang tidak dapat dihindari jika terlalu banyak mengkonsumsinya.

Misalnya, dapat meningkatkan kadar gula dalam darah karena kandungan fruktosa pada kelengkeng yang melimpah, sehingga tubuh akan mengalami kesulitan untuk memproses penguraian lemak.

Kemudian berpotensi obesitas, nafsu makan berkurang, keracunan ringan seperti keluhan pada perut hingga muntah-muntah.

Selain itu juga dapat mengganggu sistem pencernaan, menggangu perkembangan pada janin, mengakibatkan keguguran, sakit kepala, gangguan motorik serta dapat memicu penyakit ginjal.

Jadi sebaiknya mengonsumsi buah ini secara wajar, sebab apa pun yang berlebihan hasilnya tidak akan baik.

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds