Rio de Janeiro – Sebuah museum berusia 200 tahun di Rio de Janeiro, Brasil, terbakar Minggu (2/9/2018) malam lalu. Ternyata, museum bersejarah panjang itu juga memiliki koleksi dan memajang Meteorit dan kerangka dinosaurus.

Meteorit yang sebelumnya dipajang museum ini disebut Bendego. Berat benda langit yang jatuh ke Bumi itu lebih dari lima ton. Ini adalah meteorit terbesar yang pernah ditemukan di Brasil.

Benda langit itu ditemukan di negara bagian Bahia, pada abad ke-18. Meteorit itu selama ini dipajang di pintu masuk utama museum, pada salah satu bagian museum yang terbakar.

Sedangkan dinosaurus yang menjadi koleksi Museum Nasional Brasil adalah salah satu yang terbesar, yang disebut Maxakalisaurus Tapai. Salah satu koleksi terpajang yang paling populer di museum ini, ditemukan di Minas Gerais pada tahun 1998. Penggalian dan rekonstruksi tulang-tulang dinosaurus itu bahkan memakan waktu hingga 10 tahun.

Selain meteorit dan dinosaurus, tentu saja Museum Nasional menyimpan artefak dari Mesir, karya seni Yunani-Romawi dan beberapa fosil pertama yang ditemukan di Brasil. Museum langsung ditutup untuk umum usai kebakaran. Tidak ada laporan korban jiwa dan cedera, dalam bencana itu.

Museum juga menyimpan dan memajang dokumen bersejarah terbesar di Amerika Latin. Ada sekitar 20 juta keping benda bersejarah dari seluruh dunia.

Ada Luzia, yang ditemukan dalam penggalian pada tahun 1975 di luar kota Belo Horizonte, Brasil. Sisa-sisa fosil itu disimpan dalam penyimpanan selama dua dekade. Pada pertengahan 1990-an, tes oleh para ilmuwan menentukan bahwa itu adalah fosil tertua di Amerika. Fozil itu diberi nama ‘Luzia’. Nama itu adalah penghormatan untuk ‘Lucy’, kerangka berusia 3,2 juta tahun yang terkenal, yang ditemukan di Afrika.

Museum juga menyimpan peninggalan Mesir Kuno. Diantaranya adalah mumi Sha-Amun-In-Su, yang berasal dari tahun 750 SM. Mumi itu ada di peti mati aslinya, yang tertutup. Mumi itu diberikan kepada Dom Pedro II oleh Viceroy Mesir Ismail Pasha, ketika melakukan kunjungan ke Timur Tengah.

Warisan Adat juga tersimpan di museum itu. Salah satu eksposisi paling penting masyarakat adat adalah tiga tubuh yang dimumikan bersama, terdiri dari seorang dewasa dan dua anak. Mumi ditemukan di negara bagian Minas Gerais.

Koleksi Adat juga mencakup busur dan anak panah dari beberapa kelompok pribumi yang berbeda. Peninggalan adat menjelaskan tentang studi yang dilakukan oleh keluarga kerajaan pada bahasa Tupi dan Guarani.

Pejabat museum mengatakan terlalu cepat untuk mengatakan apa saja yang hangus atau selamat dari amukan si jago merah. Petugas pemadam kebakaran masih melakukan penilaian, apakah kawasan museum aman untuk dimasuki.

Api membakar Gedung Museum Nasional Brasil di Rio de Janeiro, Brasil, pada 2 September 2018. (Ricardo Moraes/Reuters/The Epoch Times)

Para penyelidik dan peneliti forensik masih menunggu akses ke dalam Museum Nasional Rio de Janeiro itu. Hingga 4 September 2018 waktu setempat, mereka masih belum diijinkan masuk oleh Pemadam Kebakaran.

Sehingga, mereka belum bisa mencari tahu bagaimana dampak kobaran api terhadap 20 juta artefak. Jumlah koleksi yang menjadikan museum ini sebagai salah satu yang paling penting di Amerika Latin.

Setelah kebakaran melanda museum pada 2 September, para insinyur masih melakukan tes pada struktur bangunan. Itu untuk memastikan bangunan tidak akan runtuh.

Para pejabat pemerintahan sendiri mengatakan bahwa kerusakan ini bisa menjadi bencana besar. Salah seorang pejabat mengatakan kepada sebuah media di Brasil, bahwa sebanyak 90 persen koleksi museum mungkin sudah hancur.

Roberto Leher, Rektor Universitas Federal Rio de Janeiro, mengatakan bahwa bangunan itu rentan terhadap kebakaran dan membutuhkan perbaikan ekstensif. Bahkan, lembaga itu baru-baru ini mendapatkan persetujuan hampir 5 juta dolar AS untuk renovasi yang sudah direncanakan, termasuk peningkatan sistem pencegahan kebakaran. Sayangnya, uang itu belum dicairkan.

Pada 3 September, para pejabat menjanjikan 2,4 juta dolar AS untuk menopang gedung. Mereka juga berjanji untuk membangun kembali museum.

“Mereka mengatakan bahwa museum akan dibangun kembali, namun tidak segera dilaksanakan,” kata Luiz Philippe de Orleans e Braganca, pewaris keluarga kerajaan Brasil. “Bangunan itu bisa dibangun kembali, tetapi koleksinya tidak akan pernah lagi dapat dibangun kembali. Dua ratus tahun, pekerja, peneliti, profesor yang berdedikasi dalam tubuh dan jiwa museum. Pekerjaan hidup mereka terbakar karena kelalaian pemerintah Brasil.”

Museum, yang bangunan utamanya adalah bekas istana bagi keluarga kerajaan, memiliki spesimen paleontologis, antropologis dan biologi yang sangat bervariasi dan langka. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular