Moskow – Sebuah lubang ditemukan dalam modul pesawat ruang angkasa yang tengah bersandar di Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Kini muncul dugaan bahwa lubang itu sengaja dibuat dengan bor.

Lubang itu ditemukan di bagian Modul Rusia pada stasiun luar angkasa, seperti dikutip dari The Guardian. Laporan mengatakan bahwa lubang itu sempat membingungkan badan antariksa Rusia. Persepsi awal adalah, bahwa itu mungkin berasal dari asteroid kecil.

Teori terbaru menunjukkan bahwa seseorang yang berada di stasiun luar angkasa mungkin telah mengebor lubang itu. Sementara teori lain mengatakan bahwa lubang itu dibor di Bumi, sebelum modul diluncurkan ke ISS.

Lubang itu ditemukan pada 29 Agustus 2018, ketika kontrol misi di Moskow dan Houston mendeteksi tekanan udara yang mengancam kehidupan. Para pejabat Rusia mengatakan pesawat ruang angkasa itu bisa kehabisan udara dalam waktu 18 hari, jika lubang dibiarkan tanpa terdeteksi.

Maxim Surayev, seorang politikus dan pensiunan kosmonot, mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti yang dikelola negara, bahwa lubang itu mungkin saja dibuat oleh astronot yang mengalami gangguan psikologis.

“Jika seorang kosmonot melakukan aksi aneh ini, dan itu tidak dapat dikesampingkan, itu benar-benar buruk,” katanya, seperti dilansir Phys.org. “Kami semua manusia, dan siapa pun mungkin ingin pulang, tetapi metode ini sangat hina.”

Para kru menemukan lubang itu dan menambalnya dengan steker karet yang terbuat dari kantong sampah, selotip, kasa medis, dan sealant anti-debu, seperti dikutip dari The Telegraph.

“Kemarin menunjukkan lagi betapa berharganya pelatihan darurat kami. Kami dapat menemukan dan menghentikan kebocoran kecil di Soyuz kami, berkat kerja sama yang hebat antara kru dan pusat kontrol di beberapa benua berbeda,” tulis astronot ESA Jerman, Alexander Gerst dari ruang angkasa, melalui Twitter.

Lubang itu dibor dalam modul Soyuz Rusia, pada bagian yang akan dibuang di ruang angkasa. Modul yang berlubang bukan bagian yang akan digunakan untuk mengangkut manusia kembali ke Bumi. Namun, hal ini tetap memiliki efek pada astronot yang saat itu sedang berlabuh di ISS.

Menurut NASA, pesawat ruang angkasa Soyuz digunakan untuk mengangkut orang dan pasokan ke dan dari stasiun luar angkasa. Hanya pesawat ruang angkasa Soyuz yang saat ini memiliki kemampuan membawa orang ke ISS.

Setidaknya satu Soyuz tetap melekat pada stasiun ruang angkasa pada satu waktu. Itu akan bertindak sebagai sekoci darurat jika orang-orang perlu meninggalkan stasiun ruang angkasa dan kembali ke Bumi. Soyuz itu meluncur dan mendarat dari Kazakhstan.

Salah satu sumber industri ruang angkasa juga menduga bahwa lubang itu bisa saja dibuat di sana, selama pengujian.

“Seseorang mengacaukan dan kemudian merasa takut dan menutup lubang itu,” kata sumber itu kepada TASS, dia berspekulasi bahwa sealant ‘mengering dan jatuh’ ketika modul mencapai ISS.

Ketika astronot dan kosmonot meninggalkan Bumi untuk pergi ke ISS, perjalanan bisa memakan waktu antara enam jam hingga dua hari. Untuk melakukan perjalanan kembali ke Bumi, hanya diperlukan waktu tiga jam. Modul Soyuz akan kembali ke Bumi tanpa sayap atau roda. Dia hanya menggunakan parasut dan roket untuk memperlambat dampak ketika jatuh pada dataran berumput Kazakhstan. Setiap modul Soyuz hanya dapat digunakan satu kali. Beberapa bagian terbakar di atmosfer Bumi setelah modul kembali dari angkasa, menurut NASA dan ESA.

Kepala badan antariksa Roscosmos Rusia, Dmitry Rogozin, mengatakan bahwa komisi negara berharap dapat mencari tahu siapa yang mengebor lubang itu dan mengungkap secara terbuka secara terbuka.

“Ada beberapa upaya pengeboran. Itu sepertinya dilakukan oleh mereka yang ragu untuk hidup dan bertahan di ISS,” kata Rogozin dalam komentar di televisi, menurut The Guardian. (COLIN FREDERICSON/NTD.tv/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular