oleh Xu Zhenqi

Memasuki bulan September, pemerintahan Trump mempercepat derap persiapan penerapan tarif impor komoditas Tiongkok senilai USD. 200 miliar, termasuk negosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas dengan Kanada. dan negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa. Tetapi yang paling menarik perhatian adalah tentang isu tarif baru yang diusulkan untuk barang-barang impor dari Tiongkok senilai USD. 200 miliar.

Kantor Perwakilan Dagang AS pada bulan 10 Juli lalu telah mengusulkan kenaikan tarif sebesar 10 % terhadap  6.031 macam komoditas impor dari Tiongkok yang bernilai USD. 200 miliar. Setelah itu Presiden Trump menunjuk Robert Lighthizer untuk mempertimbangkan kenaikan tarif 25 % terhadap  komoditas asal Tiongkok senilai USD. 200 miliar.

Saat ini, Amerika Serikat dan Tiongkok masing-masing telah memberlakukan tarif 25% pada barang senilai USD. 50 miliar. Jika AS menerapkan tarif yang USD. 200 miliar tersebut, maka Tiongkok akan memberlakukan kenaikan tarif atas produk AS senilai USD. 60 miliar.

Dari daftar barang impor asal Tiongkok senilai USD. 200 miliar itu, sekitar USD. 78 miliar merupakan berbagai barang konsumsi, termasuk ban mobil, furnitur, produk kayu, tas, makanan hewan peliharaan, sarung tangan baseball, dan sebagainya. Sedangkan hanya USD. 3,7 miliar yang terdapat dalam daftar barang-barang impor asal AS senilai USD. 50 miliar itu yang merupakan barang-barang konsumsi.

Para ahli menganalisis waktu dan metode implementasi tarif

Sidang dengar pendapat tentang kenaikan tarif komoditas Tiongkok sudah dimulai pekan lalu dan berakhir pada 6 September. Menurut Bloomberg News, Trump berharap untuk mengeluarkan tarif sesegera mungkin, dan tarif akan diumumkan segera setelah sidang minggu ini.

saham amerika dalam perang dagang
Foto ini diambil pada 7 Agustus 2018 menunjukkan para pekerja sedang membongkar kantong-kantong bahan kimia di sebuah pelabuhan di Zhangjiagang di provinsi Jiangsu timur Tiongkok. (JOHANNES EISELE / AFP / Getty Images)

CBS News melaporkan pada 4 September bahwa beberapa ekonom, termasuk Seth Carpenter dari UBS telah memperkirakan bahwa pengumuman kenaikan tarif sudah dapat dikeluarkan pemerintahan Trump dalam pekan 10 Septeber atau bahkan lebih awal usai kelarnya urusan dokumentasi.

Namun, Clayton Allen dari perusahaan High Capital mengungkapkan dalam laporannya baru-baru ini bahwa AS mungkin baru akan menerapkan tarif baru pada akhir tahun ini. Biasanya pihak berwenang AS akan mengumumkan tanggal efektif sebelum pelaksanaannya.

Simon Lester, Wakil Direktur Pusat Penelitian Kebijakan Perdagangan di Cato Institute, Amerika Serikat mengatakan kepada CNBC pada 2 September bahwa kenaikan tarif sebesar USD. 50 miliar yang diberlakukan Amerika Serikat itu akan dikenakan secara bertahap, sehingga kemungkinan yang paling besar adalah kenaikan tarif untuk barang senilai USD. 200 miliar mungkin juga akan diberlakukan secara bertahap, misalnya, langkah pertama adalah menerapkan terlebih dahulu yang USD. 20 miliar dan seterusnya.

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Amerika Serikat. Tahun lalu, Tiongkok mengekspor komoditas hampir mencapai USD. 506 milyar ke Amerika Serikat. Trump memberlakukan tarif baru adalah untuk menghukum praktik perdagangan tidak adil, termasuk pencurian hak kekayaan intelektual.

Para delegasi perdagangan AS – Tiongkok melakukan perundingan tatap muka putaran ketiga di Washington bulan lalu, tetapi tidak ada kemajuan berarti. Administrasi Trump juga mengumumkan subsidi senilai lebih dari USD 12 miliar untuk membantu para petani Amerika yang terkena dampak dari kenaikan tarif pembalasan komunis Tiongkok.

Para ahli menganalisa mengapa barang Tiongkok senilai USD. 200 miliar dikenakan tarif 25 %

Zhang Jiadun, seorang kolumnis mengatakan kepada Fox News pada 2 September bahwa Presiden Trump harus mengenakan tarif atas barang-barang Tiongkok senilai USD. 200 miliar.

“Dia harus mengenakan tarif 25% bukannya 10%” kata Zhang. “Alasannya adalah bahwa komunis Tiongkok mencuri ratusan miliar dolar kekayaan intelektual AS setiap tahun. Ini adalah masalah bahwa tarif ini dimaksudkan untuk menutupi ‘lubang’ itu. Tetapi komunis Tiongkok tidak menghentikan perilaku itu. Tentunya, kita harus menaikkan tarif”

Trump pernah mengatakan bahwa ia siap untuk mengenakan tarif atas semua komoditas impor dari Tiongkok (senilai sekitar USD 500 miliar), dan Zhang Jiadun mengatakan bahwa ini mungkin bisa menjadi kenyataan.

Seorang pekerja menangani kabel baja di sebuah pabrik baja di Nantong di Provinsi Jiangsu bagian timur Tiongkok pada 3 Juli 2018. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok dimulai dengan pengenaan tarif pada baja dan aluminium Tiongkok. (- / AFP / Getty Images)

“Jika tarif tidak berfungsi, maka kita harus mengambil langkah lebih drastis untuk melarang impor barang Tiongkok” katanya.

Zhang Jiadun mengatakan bahwa pencurian hak kekayaan intelektual AS oleh pihak Tiongkok harus dihentikan, dan dia memperingatkan bahwa (pencurian hak kekayaan intelektual) dapat memiliki efek yang menghancurkan terhadap ekonomi AS.

“Kita harus menghentikan pencurian yang dilakukan Tiongkok karena kita memiliki ekonomi inovatif” ia mengatakan : “Jika kita tidak dapat mengkomersilkan inovasi ini, maka kita tidak memiliki banyak pertumbuhan ekonomi”.

Menurut ‘Renmin Rebao’, perusahaan Amerika, terutama Apple, dapat digunakan sebagai bahan tawar-menawar dalam perang dagang antara kedua negara. Zhang Jiadun mengatakan bahwa alasan sebenarnya untuk masalah Apple adalah karena memiliki rantai pasokan yang sulit dipindahkan, “Ini karena Foxconn adalah produsen kontrak di Tiongkok. Foxconn dan Apple membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pindah ke tempat lain. Perusahaan lain, pada dasarnya mereka dapat bertindak lebih cepat … sehingga ancaman komunis Tiongkok kepada perusahaan lain relatif hampa. Untuk Apple, ini adalah ancaman nyata. “

Apakah strategi Tiongkok mengulur waktu hingga pemilihan jangka menengah akan efektif ?

Bloomberg News melaporkan pada 5 September bahwa sebagai tanggapan atas konflik perdagangan, para ekonom percaya bahwa pada bulan-bulan sebelum berakhirnya pemilihan jangka menengah AS yang jatuh pada bulan November tahun ini, komunis Tiongkok mungkin akan menerapkan strategi ‘wait and see’ mengulur-ulur waktu.

Chen Ding dari Ramapo College of New Jersey mengatakan bahwa, meskipun kedua partai Amerika Serikat itu saling berkonfrontasi di politik, tapi DPR dan Senat hanya akan mempertimbangkan pemberian kritik jika pemerintah tidak berusaha cukup keras dalam melawan Beijing (misalnya, otoritas membiarkan ZTE hidup kembali).

“Mengadopsi kebijakan yang lebih konfrontatif terhadap komunis Tiongkok adalah demi kepentingan nasional Amerika Serikat. Oleh sebab itu perubahan apapun dalam politik atau pola pemilu AS tidak mungkin mengubah hal ini,” tulis Chen Ding.

Pada 22 Maret, Trump pertama kali mengumumkan tarif hukuman senilai USD. 50 miliar sebagai hukuman atas praktek pencuri hak kekayaan intelektual dan rahasia dagang AS. Hari itu, Schumer secara terbuka di gedung senat mengatakan : “Saya mendukung keputusannya untuk memberikan rencana hukuman terhadap perilaku buruk komunis Tiongkok yang diterapkan dalam perdagangannya, apa yang presiden lakukan itu sangat tepat.”

Steven Okun, konsultan senior dari firma hukum McLarty Associates, juga seorang anggota dewan Kamar Dagang AS pada Senin (3 September) mengatakan kepada CNBC, pemilihan jangka menengah tidak akan mengubah apa pun, bahkan jika Partai Demokrat AS memegang kendali atas Kongres, agenda mereka untuk presiden juga tidak akan banyak berdampak.

“Presiden masih memiliki kekuasaan tertentu dalam menangani bidang perdagangan. Jika dia mau, ia dapat mengenakan tarif atas suku cadang mobil. Ia juga dapat menambahkan USD.200 milyar yang lain kemudian USD. 200 milyar lagi untuk ‘menggebuk’ komunis Tiongkok.” (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular