Washington DC – Duta besar Amerika Serikat untuk El Salvador, Panama, dan Republik Dominika dipanggil kembali atau ditarik pulang. Mereka diminta meninggalkan pos diplomatik terkait keputusan tiga negara tersebut untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Panama memutuskan hubungan diplomatik dengan negara kepulauan kecil di Laut China Selatan itu pada Juni tahun lalu. Kemudian diikuti oleh Republik Dominika pada bulan Mei, dan El Salvador bulan Agustus lalu. Mereka membuat Taiwan, kini hanya memiliki hubungan diplomatik formal dengan 17 negara di dunia.

“Tiga kepala misi kami (Dubes) akan bertemu dengan para pemimpin pemerintah AS untuk membahas cara-cara di mana Amerika Serikat dapat mendukung lembaga-lembaga dan ekonomi yang kuat, independen, dan demokratis di seluruh Amerika Tengah dan Karibia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman penarikan tiga dubes terhitung mulai 7 September 2018. Itu adalah tiga hari setelah Senator Cory Gardner (Republikan/Colorado) memperkenalkan RUU yang disebut TAIPEI Act. RUU yang akan memungkinkan menteri luar negeri untuk memperbaharui hubungan diplomatik dan bantuan asing ke negara-negara yang memutuskan hubungan dengan Taiwan.

Beijing telah berusaha untuk membuat Taiwan semakin terpurukan sejak Kuomintang melarikan diri ke Taiwan. Partai Kuomintang memerintah Tiongkok dari pulau Taiwan, setelah kalah dalam perang saudara dengan pasukan partai komunis pada tahun 1949. Rezim komunis menganggap Taiwan sebagai sebuah provinsi dari Tiongkok daratan. Rezim diktator yang mengkudeta kekuasaan republik demokratis di Tiongkok kini mencoba untuk menghilangkan setiap referensi atau kondisi diplomatik yang menunjukkan bahwa Taiwan adalah sebuah negara yang merdeka.

Amerika Serikat mengalihkan pengakuan diplomatik ke Republik Rakyat Tiongkok (komunis) dari Taiwan pada tahun 1979. Akan tetapi Undang-Undang Hubungan Taiwan, yang disahkan segera setelahnya, menyediakan hubungan diplomatik ‘de facto’ dengan Taiwan.

Setelah El Salvador memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang menuduh komunis memikat negara itu dengan janji-janji investasi yang didukung negara. Amerika pun memperingatkan bahwa setiap manfaat ekonomi yang dapat ditawarkan oleh Tiongkok kepada negara lain, hanya akan menghasilkan ketergantungan dan dominasi ekonomi, bukan kemitraan seperti yang dijanjikan.

Gedung Putih juga mengatakan akan mengevaluasi kembali hubungannya dengan El Salvador.

“Ini adalah keputusan yang tidak hanya mempengaruhi El Salvador, tetapi juga kesehatan ekonomi dan keamanan seluruh wilayah Amerika,” kata jubir Kemenlu AS dalam sebuah pernyataan. (The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds