Erabaru.net. Ketentraman hati adalah karunia terbesar dalam hidup. Seseorang yang tidak bertikai atau berkonflik karena sesuatu hal, hatinya akan terasa damai dan teduh seperti danau di musim semi. Mereka yang tidak larut memikirkan untung-rugi, hatinya lapang, sehingga dengan sendirinya suasana hatinya juga ceria.

Sebenarnya yang kita butuhkan itu tidaklah banyak, hasrat keinginanlah yang menyebabkan sebagian orang menjadi serakah.

Setiap orang tidak mungkin dapat mempertahankan kekayaan dan kejayaannya secara kekal. Segala kekayaan, harta benda maupun jabatan tinggi tak ubannya seperti awan yang berarak, yang akan sirna tertiup angin. Jadi untuk apa susah payah dan menghalalkan segala cara untuk memperebutkannya ?

Apa yang orang-orang perjuangkan sebenarnya ?

Karena keserakahan, orang-orang hanya akan terperangkap ke dalam siklus demi nama dan kepentingan, saling menyakiti yang pada akhirnya hanya akan membuatnya tersiksa. Banyak tindak kejahatan, penipuan, dendam, iri hati dan fitnah itu semuanya berasal dari nafsu keserakahan.

Tetapi hidup di dunia ini, ada banyak alasan mengapa kita tidak harus berebut dengan yang lain. Alasan-alasan itu lebih baik daripada alasan lain yang mendorong pergumulan (konflik) kita dengan orang lain.

Selama Anda bisa melepaskan keterikatan hati (hasrat), maka pertikaian, baik atas nama kekuasaan, kepentingan dan semacamnya tidak akan berkecamuk di hati. Kenapa? Karena persaingan (negatif) untuk memperebutkan sesuatu itu tercipta dari jiwa yang kerdil.

Selama Anda bisa melepaskan keterikatan hati dan memandang logis sedikit kerugian itu, maka pertikaian itu akan hilang sepenuhnya.

Lao Tzu (Lao Zi) berkata: “Kalau memang itu milikmu, tidak perlu diperebutkan, demikian juga sebaliknya.”

Jika Anda bisa seperti yang dikatakan Laozi, maka Anda dapat mencapai tahap pencerahan sejati (hambar dengan hal-hal yang bersifat duniawi).

Memperebutkan sesuatu demi kepentingan atas keegoisan semata pasti akan mengabaikan kebaikan hati, persaingan dengan menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi tidak akan mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Keserakahan hanya akan membuat pikiran seseorang kehilangan akal sehatnya. Selain itu, merampas sesuatu milik orang lain juga tidak akan membuat tenang hati.

Asal tahu saja, segala sesuatu yang didapat dengan segala cara yang tidak wajar tidak akan membawa ketentraman dan keselamatan dunia dan akhirat.

Jadi, untuk apa memperebutkan sesuatu secara tidak wajar jika yang didapat itu kemudian menimbulkan ketidaktenangan hati, kerisauan, dan kebencian ?

Kehilangan dan memperoleh tergantung pada karma

Moralitas orang sekarang semakin merosot, konsep orang dahulu dianggap sudah usang dan ketinggalan zaman oleh orang-orang modern. Orang modern berpikir bahwa apa yang mereka inginkan harus diperebutkan, tidak peduli apakah mencelakai orang lain atau tidak, yang penting bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Pada kenyataannya, mereka benar-benar tidak memahami dengan prinsip kebenaran akan keadilan ciptaan dan alam semesta. Banyak yang tidak mengerti dengan prinsip ini, bahwa ada kehilangan baru bisa mendapatkan, begitu juga sebaliknya !

Segala sesuatu yang mereka dapatkan secara haram tak lebih hanya bisa menemani mereka beberapa puluh tahun. Setelah berbaring abadi di tanah, semua yang mereka miliki pun menjadi tidak berarti. Namun, kejahatan yang mereka lakukan tetap kekal abadi di dunia.

Sementara di ruang dimensi lain, di neraka jahanam, mereka harus membayar mahal atas segala kejahatan yang mereka lakukan semasa hidup di dunia. Inilah siksaan dan penderitaan terbesar mereka, bukan kematian.

Uang sedikit atau banyak, cukup makan, sudah bagus.

Paras cantik atau buruk, yang penting berhati mulia..

Orang muda atau orang tua, yang penting sehat.

Kaya atau miskin, yang penting hidup rukun.

Suami pulang awal atau malam, yang penting hatinya masih di rumah.

Istri cerewet atau tidak, yang penting masih bisa mengurus keluarga dengan baik.

Anak-anak jadi dokter atau tukang sayur, yang penting berbakti (soleh).

Rumah besar atau kecil, asal bisa ditempati, sudah bagus.

Pakaian mahal atau murah, yang penting nyaman di badan.

Semua masalah, adalah cobaan hidup dan karma masing masing. Keras kepala dan tak mau mengalah, tak ada gunanya.

Hidup ini yang penting damai dan selamat sentosa. Kalau sudah banyak uang, belum tentu kehidupan akan lebih baik.

Hati baik perbuatan baik, karma akan berubah baik. Siapa benar siapa salah, karma yang akan membuktikan.

Banyak masalah, ada baiknya diterima dengan lapang dada, dan menyelesaikannya dengan bijaksana. Semua orang bersikap baik, maka, kehidupan akan berjalan dengan lebih baik.

Kamu baik! Aku baik! Dunia akan lebih baik.

Kesimpulan :

Kita harus mensyukuri dengan apa yang sudah kita miliki, usahakan suasana hati selalu ceria, itu adalah obat yang paling manjur.

Semoga kebaikan dan kedamaian senantiasa menyertai semua makhluk-Nya.(jhn/yant)

Sumber: bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=9YlV7aOx3lo.my

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds