Zhou Xiaohui

Baru-baru ini, menurut laporan Bloomberg News Amerika, pemerintah AS yang telah dipimpin oleh faksi hawkish (aliran keras), akan meluncurkan putaran baru “serangan musim gugur” terhadap Beijing atas masalah perdagangan karena tiga alasan.

Pertama, perundingan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat di Washington belum ada kemajuan apapun yang jelas.

Kedua, memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang impor RRT senilai sekitar USD 200 miliar

yang dikemukakan oleh Presiden Trump sebelumnya, dan ketika Beijing berjanji bahwa waktu pembalasan akan jatuh pada bulan September ini.

Ketiga, adalah para hawkish AS sedang mempertimbangkan satu rencana yakni membiarkan dua badan ekonomi RRT dan AS saling terpisah dalam jangka waktu panjang, agar rantai pemasokan dari Asia kembali ke Amerika.

Para tokoh hawkish ini termasuk Perwakilan Perdagangan Robert Emmet Lighthizer, Konsultan Perdagangan Navarro dan Kepala Penasehat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow.

Berdasarkan analisa lain, kemungkinan bahwa pemerintah Trump meluncurkan tindakan perdagangan baru terhadap Beijing tidaklah kecil dan Trump sendiri tidak menyangkal hal ini.

Selain alasan di atas, pemilihan jangka menengah AS pada bulan November dan Amerika Serikat sedang mempercepat menangani masalah perdagangannya dengan Amerika Utara, Eropa dan Jepang, semua ini juga mengarahkan target ke Beijing.

Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Perdagangan RRT  menjawab: “Penekanan keras yang disebut oleh pihak Amerika sama sekali tidak berpengaruh pada pihak Tiongkok dan juga tidak bermanfaat bagi penyelesaian masalah. Pihak Tiongkok selalu berpendapat bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang. Kerjasama perdagangan antara AS-RRT jika bergabung akan sama-sama untung, jika bertarung akan sama-sama buntung.”

“Pihak Amerika menempuh jalannya sendiri dan memprovokasi perang dagang, ini yang tidak ingin dilihat oleh pihak Tiongkok. Hanya melalui dialog dan konsultasi berdasarkan kesetaraan dan integritas barulah pilihan yang tepat untuk menyelesaikan gesekan perdagangan antara Tiongkok-Amerika Serikat.”

Menilai dari kata-kata dan nada tanggapannya, dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu dengan nada emosi seperti “akan melayani hingga titik darah penghabisan”, “AS sedang memindahkan batu untuk menghantam kakinya sendiri” sudah jauh melemah, hal ini menunjukkan bahwa dalam hati kecil Beijing sangat memahami berapa bobot yang dimiliki dirinya dan sangat memahami bahwa jika Amerika Serikat mengenakan tarif 200 miliar dolar AS dan langkah lain untuk meningkatkan tarif, Beijing pasti tidak dapat menahannya.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds