Akun media sosial yang menerjemahkan tulisan Presiden AS Donald Trump di twitter-nya ke dalam bahasa Mandarin baru-baru ini muncul di Twitter. Profil akun mengatakan: “Ikuti Twitter Presiden AS Trump dan dapatkan pembaruan tepat waktu agar orang Tionghoa di seluruh dunia dapat memahami konsep tata kelola pemerintahan Trump!” Akun yang dibuka pada bulan September tersebut, telah menarik lebih dari 13.000 pengikut dalam waktu 3 hari. Pada saat penulisan tersebut, ada lebih dari 18.000 pengikut (follower).

Meskipun akun tersebut tidak resmi, terjemahan tersebut ditata sangat mirip dengan pilihan kata-kata Trump. Banyak netizen Tiongkok dengan keliru telah mengira bahwa Trump telah meluncurkan akun Twitter bahasa Mandarin. Orang-orang yang lain menduga bahwa akun ini mungkin dibuka oleh orang-orang Tiongkok yang mendukung Trump.

Banyak orang Tiongkok telah bereaksi terhadap postingan di twitter yang berkaitan dengan Tiongkok, seperti yang pertama kali dipostingkan oleh Trump pada 13 September: “The Wall Street Journal telah salah, kita tidak memiliki tekanan untuk membuat kesepakatan dengan Tiongkok, mereka berada di bawah tekanan untuk membuat berurusan dengan kita. Pasar kita melonjak, mereka ambruk. Kita akan segera mengambil Miliaran dalam Tarif-tarif & membuat produk-produk di rumah. Jika kami bertemu, kami bertemu?”

Banyak yang me-retweet terjemahan Mandarin dari tulisan Trump tersebut. Beberapa menjawab, “Presiden, Anda bisa melakukannya!” “Pertahankan kerja bagus!”

Komentator Tiongkok Wei Pu menyebutkan baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia bahwa banyak para intelektual elit Tiongkok optimis tentang Trump dan “memperlakukannya sebagai penyelamat dari Amerika Serikat.”

Epoch Times berbahasa Mandarin juga melaporkan bahwa pengacara di Tiongkok, seperti pengacara hak asasi manusia Sui Muqing, telah memuji Trump sebagai “Ronald Reagan kedua,” presiden AS yang dikenal karena sikapnya yang anti komunis.

Sejak sengketa perdagangan Tiongkok – AS dimulai, banyak orang Tiongkok daratan telah meninggalkan pesan di akun Weibo, platform media sosial Tiongkok yang mirip dengan Twitter, akun milik kedutaan AS di Tiongkok, di mana mereka secara terbuka menyatakan dukungan mereka pada Trump dan percaya bahwa perang dagang pada akhirnya akan menghasilkan hasil yang baik untuk orang-orang Tiongkok. (ran)

Share

Video Popular