Erabaru.net. Kelompok Militan telah membebaskan tiga pria WNI yang diculik di laut awal tahun lalu. Mereka diculik dari Malaysia kemudian membawa mereka ke tempat persembunyian kelompok militan ini di hutan di Filipina selatan.

Laporan dailymail pada Minggu (16/9/2018) menyebutkan WNI ini dibebaskan pada Jumat lalu dengan bantuan Front Pembebasan Nasional Moro, kelompok pemberontak yang menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Filipina, di kota Indanan di provinsi Sulu.

Pihak militer melaporkan para sandera yang dibebaskan yakni Hamdam Salim, Subandi Sattuh dan Sudarlan Samansung. Mereka bertiga diserahkan kepada duta besar Indonesia di kota Zamboanga selatan.

Ketika berlayar di atas kapal, ketiganya dibawa dengan todongan senjata oleh orang-orang yang diduga gerilyawan Abu Sayyaf dari negara bagian Sabah Malaysia di pulau Borneo pada Januari tahun lalu.

Para sandera dibawa naik perahu motor ke tempat persembunyian di hutan orang-orang bersenjata di Sulu, sebuah provinsi yang miskin dan berpenduduk mayoritas Muslim di Filipina selatan. Wilayah ini adalah tempat Abu Sayyaf telah hadir sejak akhir 1980-an.

Laporan menyebutkan, seorang komandan Abu Sayyaf, Marjan Sahidjuan, yang menggunakan nama de guerre Apo Mike, memimpin para penculik yang membebaskan para tawanan itu dengan imbalan tebusan.

Kabar adanya tebusan ini disampaikan seorang pejabat keamanan yang mengatakan, berbicara dengan identitas anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Namun demikian, Juru bicara militer setempat Letnan Kolonel Gerry Besana menampik adanya uang tebusan.

“Serangan tanpa henti menekan para penculik untuk melepaskan sandera mereka,” ujarnya.

Upaya oleh Filipina, Malaysia dan Indonesia untuk meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan laut telah sangat mengurangi pembajakan dan penculikan dalam beberapa bulan terakhir terutama oleh Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf dimasukkan dalam daftar hitam oleh Amerika Serikat dan Filipina sebagai organisasi teroris.

Polisi Filipina, mengatakan bahwa dua nakhoda Indonesia dari sebuah kapal nelayan Malaysia diculik pada Selasa dari Pulau Semporna di Sabah, Malaysia. Mereka kemudian dibawa oleh tersangka militan yang dipersenjatai dengan senapan M-16 ke arah Filipina selatan.

Militer Filipina mengatakan pihaknya berusaha mengkonfirmasi kasus penculikan yang dilaporkan. (asr)

Sumber : Dailymail/Associated Press

Share

Video Popular