Erabaru.net. Baru-baru ini, beberapa arkeolog telah menemukan batu yang memiliki nilai sejarah saat melakukan kegiatan eksplorasi situs di Gua Blombos yang terletak di Afrika Selatan.

Menurut para peneliti yang menemukan fragmen batu tersebut, itu dikonfirmasi sebagai lukisan paling awal yang ada di Bumi ini dan diperkirakan berusia sekitar 73.000 tahun!

Dilaporkan, batu ini telah melalui berbagai jenis tes selama tujuh tahun sebelum diverifikasi mengandung lukisan berbentuk garis yang dihasilkan dari krayon oker (pigmen tanah liat warna merah alami).

(Foto: Kremer-Pigmente)

“Ini adalah lukisan pertama dalam sejarah manusia. Apa arti lukisan ini, saya tidak tahu. Apa yang saya tahu adalah apa yang tampak abstrak bagi kita mungkin memiliki arti tertentu bagi masyarakat tradisional yang menghasilkannya, “kata Francesco d’Errico, salah satu peneliti di Universitas Bordeaux.

Terletak di Afrika Selatan, sekitar 300 kilometer sebelah timur Cape Town, Gua Blombos adalah satu-satunya bukti yang menyimpan harta bersejarah dan artefak manusia purba yang berusia antar 70.000 hingga 100.000 tahun!

Ketika sesi penggalian dilakukan, para arkeolog telah menemukan beberapa barang peninggalan manusia zaman dahulu seperti butiran manik dari kerang, tombak dua mata dan juga potongan oker dengan corak lukisan yang sama seperti yang ditemukan pada serpihan batu tersebut. Pola ini juga ditemukan di dekat Diepkloof dan Klipdrift di mana lukisan itu telah dilukiskan pada permukaan cangkang telur burung unta.

Sebelumnya, lukisan-lukisan terkenal pertama di dunia terletak di dinding gua El Castillo, Spanyol dan juga di Maros, Sulawesi. Namun, bagaimanapun, gambar figuratif dan abstrak gua telah dibuat sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Batu bermotif silang di Gua Blombos secara tidak sengaja ditemukan pada tahun 2011 karena para peneliti membersihkan kotoran di puing-puing dan artefak lainnya yang ditemukan di situs penggalian itu.

(Foto: Blogspot)

“Sungguh menakjubkan. Anda dapat melihat dengan jelas bahwa itu adalah pola garis silang merah pada permukaan yang halus. Ini kecil tapi cukup mengesankan, “kata Christopher Henshilwood, kepala kepala tim peneliti dari Pusat Perilaku Manusia Awal di Bergen University, Norwegia.

Jelas Christopher lagi, manusia purba telah menggunakan bebatuan asah untuk memecah oker menjadi bubuk halus sebelum digunakan sebagai cat.

Penemuan bersejarah tak ternilai harganya!(yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular