Skema Ponzi yang diduga dijalankan oleh Health Mall, sebuah aplikasi olahraga dan kebugaran Tiongkok, telah menyebabkan para investor, termasuk puluhan ribu dosen dan mahasiswa di 444 perguruan tinggi dan universitas di seluruh Tiongkok, telah kehilangan beberapa miliar yuan (sekitar $1 miliar), media Tiongkok baru-baru ini melaporkan.

Health Mall, yang diluncurkan pada tahun 2015, dikembangkan oleh Guangzhou Elephant Health Technology Co. yang berkantor di kota Tiongkok selatan yang bereputasi. Aplikasi tersebut membantu para pengguna membuat rencana latihan pribadi, yang dapat mencakup menyewa seorang pelatih pribadi, menggunakan jenis peralatan olahraga yang berbeda, dan membeli berbagai produk yang berhubungan dengan latihan.

Para pengguna dapat memesan pelajaran latihan pribadi di platform tersebut. Pelatih pribadi yang mendaftar di Health Mall dan mengiklankan pelajaran mereka di platform. Jika seorang pengguna memesan palajaran, para pelatih dibayar tambahan 15 persen dari biaya pelajaran sebagai komisi, yang akan dicairkan dalam waktu tiga hingga sepuluh hari dari pelajaran tersebut, sebagai contoh, jika seorang pengguna memesan pelajar seharga $50, pelatih tersebut mendapat 7,50 sebagai komisi, di samping biaya pelajaran $50.

Namun perusahaan tersebut telah mendorong para pengguna untuk menipu sistem dengan membuat pelajaran yang disesuaikan dan membeli pelajarannya sendiri untuk mendapatkan komisi, serupa dengan membuat investasi moneter. Perusahaan mengklaim 250.000 orang telah terdaftar pada aplikasinya. Setelah platform ditutup pada 23 Juli, para pengguna kehilangan semua uang yang telah mereka investasikan.

investasi bodong lewat aplikasi health mall menipu banyak korban
Aplikasi Health Mall, tersedia melalui iTunes store Apple. (Screenshot)

Polisi Guangzhou mengeluarkan pemberitahuan pada 27 Agustus, yang menyatakan bahwa perusahaan induk Health Mall, Elephant Health Technology, dicurigai secara ilegal memikat publik untuk menyetor uang ke dalam sebuah skema piramida. Perwakilan hukum perusahaan, Yang Yuli, dan delapan tersangka lainnya telah ditangkap.

Salah satu korban dari skema yang dicurigai tersebut, Wang, seorang mahasiswa tahun kedua di sebuah perguruan tinggi di Provinsi Jiangxi, mengatakan kepada Epoch Times versi bahasa Mandarin pada 17 September bahwa hanya setelah para korban memohon kepada polisi setempat untuk mengambil tindakan maka para tersangka ditangkap. Sekitar 1.000 korban berkumpul di luar gedung perusahaan di Guangzhou pada 26 Agustus untuk meminta penyelidikan terhadap perusahaan. Pihak berwenang Guangzhou memobilisasi lebih dari 400 polisi untuk menekan kelompok orang-orang tersebut, dan lebih dari selusin orang ditangkap.

Namun di bawah tekanan, polisi Guangzhou mengajukan kasus dan menangkap sembilan tersangka keesokan harinya.

Wang mengatakan dia telah mendaftar aplikasi Health Mall pada bulan Maret. Setelah meminjam uang dari orang tuanya dan melalui penarikan tunai pada kartu kreditnya, ia telah menginvestasikan lebih dari 300.000 yuan ($43.680). Dia kehilangan semua uangnya setelah perusahaan ditutup.

Para korban mengatakan bahwa tidak ada yang benar-benar mengajarkan pelajaran apa pun, dan banyak pengguna telah mencipta dan membeli pelajaran mereka sendiri sebagaimana telah didorong oleh perusahaan, para korban mengatakan kepada The Epoch Times.

Health Mall (Mall Kesehatan) terkenal di kalangan dunia olahraga di Tiongkok. Para korban termasuk para juara olahraga nasional, juara Olimpiade, dan profesor terkenal dan pelatih dari perguruan tinggi dan universitas atletik top, termasuk Universitas Normal Tiongkok Timur, Universitas Olahraga Shanghai, Universitas Olahraga Chengdu, dan Universitas Olahraga Beijing.

Wang mengatakan profesornya telah kehilangan lebih dari satu juta yuan (sekitar $145.603).

Liu, yang baru saja lulus dari universitas di Provinsi Shanxi dan sekarang bekerja di Beijing, mengatakan kepada Epoch Times bahwa lima atau enam orang di sekolahnya yang terdaftar di Health Mall telah kehilangan 10 juta yuan ($1,46 juta). Liu telah menginvestasikan lebih dari 400.000 yuan ($58.241) di Mal Kesehatan dengan meminjam uang dari kartu kredit dan aplikasi; dia telah kehilangan semuanya.

Liu menambahkan bahwa karena perguruan-perguruan tinggi dan universitas mencoba untuk membungkam mahasiswa, mereka tidak bisa protes. Beberapa telah menjual rumah dan mobil mereka untuk melunasi utang-utang mereka.

Karena polisi Guangzhou belum memulai penyelidikan nasional, para korban mengatakan bahwa ketika mereka mengajukan banding atas kasus mereka di berbagai tingkat pemerintahan, termasuk otoritas olahraga nasional, Administrasi Umum Olahraga Tiongkok, dan kantor-kantor pusat untuk menerima keluhan, Biro Surat dan Panggilan, kasus-kasus mereka tidak diterima. (ran)

Share

Video Popular