Erabaru.net. Dipisahkan oleh Perang Korea yang terjadi pada bulan Juni 1950 hingga Juli 1953, ibu berusia 92 tahun ini tidak memiliki kesempatan untuk melihat putranya selama hampir tujuh dekade!

(Foto: Pool)

Selama perang, banyak peristiwa memilukan terjadi terutama yang membuat terpisahnya antara anggota keluarga. Selama dalam pengungsian untuk menghindari peperangan, tidak hanya anak-anak yang terpisah dari orangtua mereka, baik pasangan dan saudara kandung pun terpisahkan.

Namun, sejak tahun 2000, Korea Utara dan Korea Selatan telah mencapai kesepakatan untuk pertemuan kembali antara anggota keluarga yang terpisah.

Namun, menurut laporan MailOnline, lebih dari 130.000 warga Korea Selatan yang mendaftar untuk pertemuan itu meninggal sebelum mereka dapat bertemu dengan anggota keluarga mereka.

Tahun ini melihat pertemuan yang sangat menyentuh yang melibatkan Lee Keum-seom (92 tahun) dari Korea Selatan dengan putranya, Lee Sung-Chul sekarang berusia 72 tahun.

(Foto: China News Service)

Dilaporkan, terakhir kali Keum-seom melihat putranya adalah ketika Sung-Chul berusia empat tahun. Keum-seom pada saat itu hanyalah dengan bayi perempuannya yang terpisah dari suami dan putranya ketika mereka sedang dalam pengungsian.

“Saya tidak pernah terbayang hari ini akan tiba, saya tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak,” kata Keum-seom ketika bertemu kembali dengan Sung-Chul di resor Gunung Kumgang di Korea Utara.

Dalam kasus lain melibatkan Kim Dal-in, 92 tahun yang sanggup datang untuk bertemu adiknya, Yu Dok, yang kini berusia 85 tahun. Menatap wajah kakaknya, Kim bertanya, bercanda, “Mengapa kamu terlihat sangat tua?”

(Foto: Yonhap)

“Aku hidup cukup lama semata-mata hanya untuk bertemu denganmu,” balas Yu Dok pada abangnya.

Orang tertua yang menghadiri pertemuan tahun ini adalah Good Sung-kyu, 101. Baik mengatakan bahwa ini mungkin adalah kesempatan terakhirnya untuk bertemu dengan semua anggota keluarga yang terpisah. Dengan demikian, Baik telah membawa berbagai souvenir untuk diberikan kepada keluarganya.

(Foto: Pool)

Semua warga Korea Selatan yang memiliki kesempatan untuk bergabung dalam pertemuan ini telah tiba di Kota Sokcho (perbatasan Korea Utara) pada 19 Agustus lalu. Pertemuan tiga hari itu juga diawasi secara ketat oleh agen Korea Utara.

Setiap keluarga hanya diperbolehkan untuk menghabiskan waktu bersama hanya selama 11 jam, tiga jam secara pribadi sebelum masing-masing membuat jalannya sendiri dan kembali ke negara asalnya.

Salah satu individu, Lim Eung-bok yang datang menemui saudaranya, berkata, “Ada banyak hal yang ingin saya katakan tetapi ada banyak rintangan.”

(Foto: Pool)

Akan sulit untuk melalui pengalaman singkat ini. Setelah sekian lama tidak bertemu, mereka hanya punya waktu untuk berbagi perasaan dan emosi dalam waktu kurang dari 11 jam dan harus mengucapkan selamat tinggal, mungkin untuk selamanya!(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular