Erabaru.net. Para pejabat intelijen internasional khawatir tentang apa yang disebut “cyber bombs” atau “bom maya”. “Bom maya” dapat ditanam di jaringan perusahaan yang tidak menaruh curiga dan kemudian diledakkan.

Semakin banyak negara dapat meretas ke jaringan-jaringan komputer pribadi dan memasang perangkat lunak berbahaya untuk menyabot infrastruktur negara lain. Misalnya saja “bom maya” itu dapat mematikan jaringan listrik.

Para ahli cyber memperingatkan Jerman. Keahlian teknologi Jerman yang tinggi adalah sasaran yang sangat menarik bagi para penyerang dunia maya, termasuk aktor-aktor negara.

Hans-Georg Maassen, kepala badan intelijen domestik BfV Jerman menyatakan sebuah perusahaan dapat benar-benar tidak menyadari serangan siber yang telah digunakan untuk menanam malware, juga dikenal sebagai “bom maya”.

Maassen menyebut Tiongkok dan Rusia, terus mencoba masuk ke komputer perusahaan-perusahaan Jerman untuk mencuri informasi industri yang berharga.

“Dalam kasus Tiongkok, Rusia, kami jelas melihat tindakan-tindakan seperti spionase, tetapi itu bisa juga menjadi sabotase dengan tujuan menyerang perusahaan-perusahaan di Jerman,” kata Maassen.

Jerman juga semakin khawatir bahwa Tiongkok sedang berusaha untuk mendapatkan posisi dominan di sektor teknologi utama dengan berinvestasi di perusahaan-perusahaan Jerman sebagai bagian dari penggerak rencana “Made in China 2025”.

Untuk diketahui rencana “Made in China 2025”, dirilis oleh Beijing pada tahun 2015. Tiongkok membuat daftar 10 sektor teknologi tinggi untuk pembangunan yang ditargetkan sehingga Tiongkok dapat menjadi raksasa manufaktur berteknologi tinggi pada tahun 2025.

Maasen menilai “Made in China 2025” adalah proyek politik di mana Komunis Tiongkok menghabiskan banyak uang, tidak hanya untuk berinvestasi, tetapi untuk membeli informasi bagi kemajuan teknisnya sendiri. Juga bertujuan untuk meraih posisi di bidang tertentu yang akan membuat negara-negara lain melanjutkan perkembangan-perkembangan di sana.

Pernyataan Maassen datang di tengah dorongan oleh Jerman dan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk melindungi teknologi-teknologi sensitif dari pengambilalihan Tiongkok.

Badan intelijen domestik BfV Jerman itu, juga memperingatkan tentang upaya-upaya Tiongkok dalam menggunakan akun-akun palsu LinkedIn untuk merekrut para eksekutif dan peneliti bisnis Jerman sebagai mata-mata. (sin/rpg)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular