SHANGHAI — CEO e-commerce raksasa Tiongkok JD.com, Richard Liu, tidak muncul di forum teknologi tinggi yang dikelola negara di Shanghai minggu ini yang sebelumnya dijadwalkan untuk dia hadiri.

Liu telah ditangkap pada 31 Agustus di negara bagian Minnesota, AS, setelah tuduhan perkosaan. Dia dibebaskan pada hari berikutnya tanpa dakwaan dan tanpa membayar jaminan, namun tetap diselidiki oleh polisi AS. Dia, melalui pengacaranya, membantah melakukan kesalahan dan kembali bekerja di Tiongkok.

Seorang juru bicara e-commerce raksasa tersebut mengatakan Liu tidak akan menghadiri forum, tetapi tidak menjelaskan alasannya. Acara tersebut berlangsung dari 17 September hingga 18 September. Nama Liu telah dicetak di dalam program dan dia telah ditunjuk sebagai pembicara.

Pengacara berbasis di AS untuk Liu tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar pada 17 September.

Sejak kembali ke Tiongkok, Liu telah muncul di acara penandatanganan atas nama perusahaan tetapi belum menghadiri acara publikasi profil tinggi.

Forum Shanghai tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok serta kementerian industri dan kementerian dunia maya (cyber), dan ditujukan untuk memamerkan kemajuan negara dalam kecerdasan buatan.

Pembicara tamu lainnya termasuk Chairman Alibaba Group Jack Ma, CEO Tencent Pony Ma, dan Baidu CEO Robin Li.

Media lokal AS dan media Tiongkok independen telah menegaskan bahwa Liu berada di Amerika Serikat sebagai mahasiswa di University of Minneapolis, yang terdaftar dalam program PhD administrasi bisnis. Pada malam 31 Agustus, Liu pergi ke restoran lokal dengan 9 orang lainnya, termasuk korban terdakwa, seorang mahasiswa dan model Tionghoa yang menghadiri universitas yang sama.

Setelah para pengunjung menghabiskan 32 botol anggur sampai larut malam, Liu menawarkan untuk mengantar korban kembali ke apartemennya.

Segera setelah itu, korban terdakwa menelepon polisi melaporkan bahwa dia telah diperkosa, menurut sumber tersebu. (ran)

Share

Video Popular