Erabaru.net. Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk. Demam berdarah (DBD), dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot.

Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. Sedangkan demam berdarah yang parah, atau dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Seiring dengan perkembangan teknologi, penemuan obat-obatan kimia untuk menyembuhkan demam berdarah juga banyak, tetapi yang namanya obat kimia pasti memiliki efek samping, seperti gejala alergi, mual dan muntah, palpitasi, jantung berdebar dan sebagainya.

Berikut beberapa terapi herbal untuk mengobati DBD :

  1. Minum air perasan daun pepaya, dan sebaiknya menggunakan daun pepaya jantan atau pepaya gantung (staminate).
  2. Mengulum/mengemam porcupine dates atau geliga landak di bawah lidah. Geliga landak ini banyak digunakan oleh masyarakat Tionghoa sebagai obat alternatif untuk pengobatan kanker, demam berdarah, meningitis, herpes, infeksi tenggorokan, pneumonia, dan sebagainya.

Geliga landak, adalah sejenis batu langka yang ditemukan di dalam perut landak, geliga landak ini bersifat dingin dan sangat manjur dalam mengobati penyakit, tetapi sangat langka dan mahal.

Geliga landak terbagi dalam beberapa jenis yakni:

Geliga darah (Blood-berbentuk padat, merah berdarah di bagian dalam namun putih di luar, sangat pahit dan aromatik)
Geliga tepung (Powderly),
Geliga berumput (Grassy),
Geliga hitam (Black Date),
Geliga kernal (Kernal Date) dan sebagainya.

Dalam pengobatan Timur, pasien diberi ramuan herbal sesuai dengan gejala di setiap periodenya. Bagi penderita tahap akhir, dimana mereka tidak nafsu makan dan fisiknya menjadi lemah, selain harus diberi perawatan, mereka juga perlu diberi suplemen yang sesuai.

Sementara itu, pengobatan ala Barat memiliki satu kesalahan besar terkait pengobatan penyakit ini, yaitu menggunakan antipiretik ketika demam, ini adalah metode pengobatan yang keliru dan fatal. Seharusnya upayakan memberi nutrisi kepada pasien agar tubuhnya dapat menghasilkan daya tahan yang lebih kuat untuk melawan serangan bakteri dan virus. Misalnya semacam leukosit (sel darah putih) dan trombosit, dimana jika menggunakan obat penurun demam, maka kedua jenis sel ini akan menurun tajam. Penurunan trombosit dan leukosit ini menjadi salah satu penyebab kematian pada pasien.

Menurut pandangan kedokteran Tiongkok, gejala (penyakit) yang disebabkan nyamuk adalah gejala panas dari demam, dan daun pare itu sangatlah pahit, tapi justru rasa pahit ini merupakan obat yang memiliki efek dingin yang dapat menetralisir panas. Selain itu, geliga landak juga sangat pahit dan memiliki sifat dingin, tetapi memiliki khasiat yang sangat baik untuk pengobatan.

Cara untuk membuat ramuan herbal untuk mengobati DBD ada di sini.

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds