Erabaru.net. Seorang pria pelaku pelanggaran lalu lintas di Tiongkok baru saja menghancurkan mobilnya sendiri saat polisi mencoba mendereknya, setelah pria itu gagal untuk meyakinkan pihak berwenang supaya melepaskan kendaraannya. Alasan mengapa dia melakukan itu? Supaya “tidak ada orang lain yang bisa memilikinya.”

Pria berusia 54 tahun yang tidak disebutkan namanya dari Dazhi, sebuah kecamatan di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei, Tiongkok tengah, diberitahu pada hari Rabu, bahwa mobilnya sudah “dilumpuhkan” dan polisi sudah siap untuk mendereknya, menurut The Paper, seperti yang diterjemahkan oleh South China Morning Post.

ThePaper.cn

Semuanya tenang dan aman-aman saja pada awalnya; Namun, segala sesuatunya mulai berubah setelah dia menemukan sebuah palu.

ThePaper.cn

Pria itu mulai mengayunkan palu ke badan kendaraan dan juga jendelanya. Laporan polisi mengatakan bahwa pria tersebut telah memiliki mobil itu selama delapan tahun sampai sekarang, dan dia merusaknya sehingga tidak ada orang lain yang akan bisa memilikinya.

ThePaper.cn

Setelah proses penghancuran, dia langsung lari dari tempat kejadian.

ThePaper.cn

Setelah diselidiki, pihak berwenang kemudian menemukan bahwa pria tersebut sebenarnya adalah seorang pelanggar lalu lintas yang produktif, dengan lebih dari 240 surat tilang yang diajukan atas namanya. Pelanggaran lalu lintas yang dia lakukan termasuk parkir ilegal dan menerobos lampu merah, yang dilaporkan pada tanggal enam tahun yang lalu.

ThePaper.cn

Rupanya dia telah mengumpulkan 766 poin untuk semua pelanggaran lalu lintasnya dan berutang denda kepada pihak berwenang sekitar Rp. 77 juta.

Pria itu menyerahkan diri, sehari setelah ledakan kemarahannya terjadi yang berakhir dengan penghancuran mobilnya sendiri. Dia telah ditahan selama 10 hari dan menghadapi denda sekitar Rp.450.000. Tidak dilaporkan apakah dia telah menyelesaikan denda masa lalu yang belum dibayarnya. (an/an)

Share

Video Popular