Rio de Janeiro – Restorasi atau pemulihan Museum Nasional Brasil butuh waktu hingga 10 tahun. Itu pun, hanya bisa memulihkan sebagian dari banyaknya varian koleksi yang dipamerkan di museum Brasil yang hangus terbakar baru-baru ini.

Jose Luiz Pedersoli yang bekerja untuk ICCROM, Pusat Internasional untuk Studi Pelestarian dan Pemulihan Kekayaan Budaya di Brasil, mengatakan perkiraan waktu itu berdasarkan pengalaman di negara lain.

Restorasi museum akan melibatkan ahli dari berbagai negara. Museum dengan koleksi berusia ratusan tahun itu hancur lebur dilalap api dalam kebakaran dahsyat.

Pedersoli adalah bagian dari kelompok spesialis dalam pemulihan dan rekonstruksi yang bekerja bersama lembaga budaya PBB, UNESCO. Lembaga itu, pekan lalu mengunjungi lokasi museum di Rio de Janeiro.

Selama konferensi pers di Brasilia, direktur grup, Cristina Menegazzi, mengatakan tim, yang meliputi ahli dari Jerman dan Brasil memiliki pengalaman bekerja dengan potongan-potongan warisan nasional yang rusak di medan perang dan akibat kebakaran. Mereka sedang mempelajari cara terbaik untuk menyelamatkan benda-benda yang selamat dari api.

Pejabat UNESCO juga mengatakan bahwa Jerman akan berkontribusi dalam pendanaan restorasi. Mereka akan menyumbang 1 juta euro (sekitar 12 miliar rupiah) dan mengirim para ahli.

Negara-negara Eropa lainnya termasuk Italia dan Prancis, serta Kanada dan Amerika Serikat, juga menawarkan bantuan untuk upaya penyelamatan dan pembangunan kembali.

Pemerintah Brasil telah menjanjikan 2,4 juta dolar AS (sekitar 35 miliar rupiah) kepada Museum Nasional. Mereka berjanji untuk membangun kembali lembaga itu.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Bencana itu telah menyebabkan serangkaian dugaan di tengah tudingan bahwa pemerintah secara berturut-turut tidak memberikan dana yang cukup untuk membiayai museum. Hal itu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa lembaga lain mungkin juga beresiko mengalami hal serupa.

Para pejabat mengatakan, jauh sebelumnya telah diketahui bahwa bangunan itu rentan terhadap kebakaran dan membutuhkan perbaikan ekstensif.

Wakil direktur museum mengatakan bahwa sebanyak 90 persen dari koleksi harta terbesar di Amerika Latin mungkin telah hilang dalam kebakaran yang terjadi di malam hari pada 2 September 2018.

Foto udara dari bangunan utama hanya menunjukkan tumpukan puing dan abu di bagian-bagian bangunan di mana atap sudah runtuh.

Dalam koleksi sekitar 20 juta barang bersejarah, salah satu barang yang paling berharga adalah tengkorak yang disebut Luzia. Itu adalah salah satu diantara fosil tertua yang pernah ditemukan di Benua Amerika.

Di antara benda-benda lain yang dipamerkan adalah mumi dan artefak Mesir, kerangka dinosaurus, serta benda-benda dan dokumen-dokumen penelitian suku-suku kuno Amerika. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular