Ini adalah kisah nyata saya. Saya trauma karena dibesarkan oleh Ayah yang suka memukul Ibu. Kemudian kami berdua menemukan kedamaian dan memaafkan Ayah.

Saya tumbuh dari seorang anak yang depresi dan menjadi pemuda yang mendalami setiap jenis pesta pora, termasuk menjadi pemabuk seperti ayah saya. Tetapi saya beruntung karena akhirnya saya menemukan harta paling berharga di dunia yang mengubah hidup saya sepenuhnya dan memberi saya sukacita dan tujuan hidup.

Saya menceritakan kisah saya dengan harapan dapat membantu anak muda lainnya yang mungkin sedang menempuh jalan gelap. Saya harap kisah saya dapat membantu mereka menemukan jalan keluar.

Saya Adalah Anak Baik yang Mengalami Depresi

Saya lahir di sebuah desa miskin di Vietnam, pada awal 1990-an. Meskipun miskin, lingkungan alam desa saya sangat subur dengan tanaman hijau dan banyak pepohonan. Tirai dari bambu hijau yang anggun bisa dilihat di mana-mana. Derit tempat tidur gantung saat bergoyang maju-mundur adalah kesenangan sederhana bagi telinga di musim panas.

Di sisi yang positif, saya memiliki masa kecil sederhana dan santai. Saya adalah seorang anak yang pendiam dan patuh, dan meskipun saya harus bekerja keras untuk membantu ibu saya di ladang, saya tidak keberatan dan senang melakukan pekerjaan apa pun yang mampu saya lakukan. Karena hal ini, saya disukai oleh guru-guru saya.

Di sisi lain, saya sering di-bully karena kepribadian saya yang polos. Seringkali saya bahkan diserang dan dimintai uang oleh anak yang lain, meskipun mereka tahu saya tidak punya uang.

Saya mengalami trauma, merasa rasa takut dan depresi. Setiap kali orang tua saya bertengkar, Ayah kerap memukul Ibu. Orang tua saya bertengkar setiap hari. Kekerasan rumah tangga yang terus saya saksikan menambah kesusahan saya. Saya hancur oleh rasa takut dan depresi setiap kali ini terjadi. Dalam hati, saya merasa malu meskipun saya berusaha menutupi dengan menunjukkan wajah dingin dan tanpa emosi.

Saya merasa benar-benar sendirian. Alih-alih memiliki mimpi dan cita-cita seperti anak lain, hati dan jiwa saya dipenuhi dengan kebencian terhadap dunia.

Kehidupan ganda
Ketika saya beranjak dewasa, siksaan psikologis yang saya derita karena situasi keluarga, tumbuh seiring dengan usia saya dan mempengaruhi studi saya. Setelah mulai sekolah menengah, perasaan sengsara yang saya pendam di dalam hati kian memburuk, dan pikiran bunuh diri sering menghantui pikiran saya.

Ketika saya lulus dari sekolah menengah pada tahun 2011, saya pergi ke ibu kota untuk mencari pekerjaan. Ini menjadi jalan yang lebih baik dari nafkah yang ditawarkan oleh desa miskin saya. Tapi saya akhirnya terdesak dan tergoda oleh gemerlap kehidupan kota besar serta persaingan dan kehidupan kerasnya. Itu mengubah saya menjadi orang yang sama sekali berbeda.

Saya minum (alkohol). Saya suka berkata kotor. Saya keluar malam dan berpesta. Di kota besar, saya dulu adalah orang yang keras dan tidak takut siapa pun. (Penulis adalah pria yang mengenakan topi.)

Kemarahan di dalam diri terefleksi menjadi temperamen yang kasar, dan saya benar-benar menikmati untuk berkumpul dengan ‘teman geng’, untuk berkelahi dengan orang lain. Saya menyimpan sebuah batang besi di samping tempat tidur sehingga saya siap bangun dan mendukung teman-teman saya dalam perkelahian dan memukuli orang.

Saya menjadi persis seperti ayah saya, pria yang kejam dan pemabuk, mewarisi sifat-sifat yang pernah saya benci.

Saya bekerja untuk mendapatkan uang terutama untuk mendukung gaya hidup saya yang bobrok. Namun, jauh di lubuk hati, saya masih punya sedikit kesopanan. Setiap kali pulang ke kampung halaman, perilaku saya adalah perilaku seorang manusia yang terhormat.

Dengan demikian, selama beberapa tahun saya menjalani kehidupan dengan dua kepribadian seperti ini.

Hampir menghasilkan seorang pembunuh
Saya terlalu labil untuk mempertahankan pekerjaan yang sama dalam waktu lama. Jadi saya berganti pekerjaan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Pekerjaan terpanjang yang pernah saya jalani adalah di sebuah perusahaan binatu di mana rekan kerja saya adalah orang baik dan pemiliknya adalah orang yang bajik dan jujur.

Di tempat inilah terjadi beberapa kejadian yang tak terlupakan. Saya ditusuk hingga hampir mati, yang memberi saya pelajaran, sampai akhirnya saya mengubah hidup saya untuk selamanya.

Insiden penusukan disebabkan oleh hal yang sepele. Ini benar-benar menunjukkan bagaimana standar moral masyarakat telah menurun, di mana orang-orang tidak lagi ramah dan toleran seperti di masa lalu. Saya sendiri adalah salah satu contohnya.

Kejadian bermula, ketika saya bertengkar sengit dengan salah satu rekan kerja hanya karena dia meminjam helm saya tanpa izin. Kata-kata tajam terlontar, dan kami saling menghina satu sama lain.

Paman, rekan kerja saya, adalah sopir untuk perusahaan. Biasanya kami cukup akrab. Namun malam itu, ketika Ia datang mencari saya, dia seakan-akan orang yang berbeda. Dia tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisau tajam dan menerjang perut saya. Untungnya, pada saat kritis, rekan kerja lain mendorong saya ke samping dan saya hanya sedikit terluka.

Peristiwa itu berujung pada konflik besar hingga menyebabkan keterlibatan direktur perusahaan sebagai pihak penengah. Insiden itu berakhir setelah saya meminta maaf.

Tetapi saya sangat menyesal dengan kata-kata kasar saya. Kurang memikirkan orang lain, karena ketidakmampuan mengendalikan amarah, membuat Paman terdorong untuk melakukan kekerasan semacam itu. Dia biasanya seorang pria yang baik dan ramah. Saya hampir membuatnya menjadi seorang pembunuh.

Ini yang saya cari
Setelah kejadian itu, masa-masa liar saya segera akan berakhir, karena tak lama kemudian saya menemukan sebuah jalan untuk mengubah diri dan menemukan makna kehidupan yang sebenarnya.

Pada musim panas 2015, sepupu saya dari Taiwan datang ke Vietnam untuk menjaga ayahnya yang berada di rumah sakit. Dia memberi saya sebuah buku berjudul Zhuan Falun. Ia menyarankan saya untuk membacanya sebanyak mungkin karena itu adalah sebuah buku yang sangat berharga.

Membaca Zhuan Falun setiap hari dan terus menerus adalah apa yang membantu saya mengatasi kelakukan berbahaya. Saya diingatkan mengapa penting untuk beralih dari perilaku buruk menuju kebaikan.

Zhuan Falun adalah buku utama dari latihan peningkatan diri tradisional Tiongkok untuk pikiran dan tubuh yang disebut Falun Dafa, atau Falun Gong. Buku ini mengajarkan orang bagaimana mengolah diri mereka, atau untuk meningkatkan karakter mereka, dan untuk menjadi orang yang lebih baik dengan mengikuti prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Ini juga mencakup seperangkat latihan meditasi sederhana yang membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesehatan seseorang.

Semakin saya membaca Zhuan Falun, semakin saya menjadi tertarik, dan semakin meningkat spiritual saya. Hal ini juga membantu saya lebih memahami hukum sebab dan akibat, konsekuensi yang menunggu seseorang yang melakukan hal buruk, versus masa depan yang cerah bagi mereka yang berkontribusi baik kepada dunia.

Membaca buku setiap hari dan terus menerus adalah apa yang memperkuat kemampuan saya untuk menahan godaan sehari-hari dan mengatasi perilaku berbahaya. Itu membantu saya untuk selalu sadar dalam membedakan hal yang baik dari sesuatu yang buruk.

Semakin banyak saya membaca, semakin saya juga memahami mengapa begitu banyak konflik, penderitaan, penyakit, dan niat buruk dalam masyarakat saat ini. Saya mengerti bahwa itu karena standar moral tanpa disadari begitu merosot sehingga sangat jauh dari tradisi lurus yang diikuti oleh orang-orang dalam dekade-dekade sebelumnya, yakni ketika hidup lebih sederhana dan orang-orang lebih baik dan tidak egois.

Penulis dengan serius mengubah dirinya menjadi orang yang lebih baik setelah mulai berlatih Falun Dafa. Sejati, Baik, dan Sabar seperti air murni yang membersihkan pikiran dan tubuh saya dan membantu saya memperbaiki karakter moral saya.

Seiring waktu, saya meninggalkan gaya hidup saya yang menyedihkan. Saya melepas alkohol, kata-kata kotor, dan kebiasaan berkelahi. Saya berhenti mewarnai rambut saya yang merupakan ungkapan sikap berontak melawan tradisi.

Saya melakukan pekerjaan saya dengan serius sebagai karyawan yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Saya tidak lagi berusaha mencari cara untuk menghindari pekerjaan dan tanggung jawab. Setelah mempelajari Falun Dafa, seseorang harus bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dia lakukan.

Kedalaman dari setiap kalimat Zhuan Falun sangat menyentuh saya, dan saya berbisik pada diri sendiri, “Ini yang saya cari.”

Penulis duduk dalam kondisi meditasi yang tenang saat berlatih salah satu perangkat latihan Falun Dafa.

Perubahan pada diri saya juga meluas hingga ke keluarga saya, termasuk kedua orang tua saya.

Ibu saya sering diganggu oleh penyakit sepanjang tahun. Penyakit dan kondisi kronisnya diakibatkan oleh kondisi buruk selama puluhan tahun bekerja di ladang.

Dia menelepon saya untuk mengantarnya ke rumah sakit pada suatu hari. Sesuatu yang merupakan beban keuangan bagi keluarga kami. Saya menyadari itu adalah kesempatan untuk membantunya belajar Falun Dafa. Sehingga ibu saya merasakan manfaat yang saya dapatkan. Saya telah melihat banyak praktisi lansia di tempat latihan dan mendengarkan cerita mereka tentang bagaimana Falun Dafa telah membantu mereka meningkatkan kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

Tidak mengherankan, ibu saya mengalami perubahan ajaib pada kesehatannya setelah dia mulai membaca Zhuan Falun dan melakukan latihan lembut dan meditasi. Nafsu makannya yang buruk mulai hilang, dan insomnianya juga benar-benar membaik.

Kemudian perhatian kami beralih ke ayah saya, yang pada awalnya berusaha mencegah ibu saya berlatih Falun Dafa. Karena latihan itu adalah sesuatu yang baru baginya. Tetapi lama kelamaan, Dia menyadari manfaatnya, karena tidak hanya dapat melihat peningkatan dalam kesehatan ibu saya tetapi juga perubahan dalam perilaku dan sikap saya terhadapnya.

Saya telah berhenti membenci ayah saya karena cara dia memperlakukan ibu saya di masa lalu. Saya mencoba untuk memahami dia, daripada berdebat dengannya seperti masa-masa sebelumnya. Melalui belas kasih dan toleransi yang ibu dan saya kembangkan sebagai hasil dari berlatih Falun Dafa, kami secara bertahap membantu ayah memahami kebaikan dari latihan kami. Saya menceritakan bagaimana metode itu telah menyebar ke seluruh dunia, memberi manfaat bagi puluhan juta orang dari segala usia dan berbagai jalan hidup.

“Prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar adalah karakteristik yang sangat penting, dan seluruh dunia membutuhkan prinsip-prinsip itu,” saya berkata kepada ayah saya.

Praktisi berlatih lima perangkat gerakan pada peringatan Hari Falun Dafa, 13 Mei 2017, di Kota New York.

Menabur Benih Kebajikan

Saya kemudian mulai membuka tempat latihan Falun Dafa di dekat rumah saya. Sehingga lebih banyak orang di daerah itu dapat datang untuk berlatih dan membaca buku Zhuan Falun bersama.

Harapan terbesar saya adalah membantu menabur benih-benih kejujuran dan kebaikan. Sekagilus memberi tahu lebih banyak orang tentang Falun Dafa dan mengikuti prinsip-prinsip baiknya.

Saya belajar dari Zhuan Falun bahwa, “Jika Anda selalu menjaga hati yang bersih murni dan belas kasih, Anda akan selalu memiliki kedamaian pikiran. Jika Anda selalu menjaga hati yang sabar, maka berkelahi dan berdebat tidak akan mengganggu hidup Anda. Dan jika semua orang jujur dan lurus, maka kebohongan dan kebencian tidak akan punya tempat lagi di dunia ini.”

Saya telah menemukan harta terbesar dalam hidup saya di dalam Falun Dafa. Saya ingin membalasnya dengan membantu lebih banyak orang belajar dan mengenal latihan ini.

Prinsip-prinsip ‘Sejati, Baik, dan Sabar’ adalah nilai-nilai yang indah dan dijunjung oleh orang-orang dari segala usia. Saya terutama ingin memberi tahu anak-anak muda seperti saya, bahwa ada banyak praktisi muda di sekitar saya dan seluruh dunia. Anak muda yang telah menjadikan prinsip dari latihan Falun Dafa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Khususnya, banyak anak muda saat ini penuh keluh kesah dan kekecewaan. Mereka menyiksa diri dan mencari ke mana-mana di luar diri mereka untuk mencari jawaban atas masalah mereka. Padahal, mereka bisa mulai mensyukuri kehidupan yang penuh makna dalam pribadi masing-masing untuk merengkuh kebahagiaan sejati.

Melalui berlatih Falun Dafa, saya memperoleh kepercayaan diri, mengetahui bagaimana hidup dengan cara yang lurus, serta mengatasi masalah saya secara mandiri. Saya harap kisah saya dapat membantu orang lain menemukan sukacita dan makna hidup yang sebenarnya yang dapat ditemukan di halaman buku Zhuan Falun.

(Semua foto di artikel ini disediakan oleh penulis.)

Artikel diterjemahkan dari bahasa Inggris. Versi bahasa Inggris bisa klik di sini.

Catatan Editor:

Falun Dafa adalah latihan kultivasi jiwa dan raga yang mengajarkan Sejati, Baik, dan Sabar sebagai cara untuk meningkatkan kesehatan dan karakter moral dan mencapai kebijaksanaan spiritual. Untuk informasi lebih lanjut tentang latihan ini, kunjungi www.falundafa.org. Semua buku, musik dan materi latihan, beserta instruksinya tersedia secara gratis.

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular