Erabaru.net. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta liga sepak bola Indonesia dihentikan sementara sebagai langkah penghormatan terhadap kematian suporter saat laga Persib dan Persija beberapa waktu lalu.

“Pemerintah minta liga sepak bola Indonesia ini dihentikan sementara selama dua minggu,” kata Menpora dalam keterangan pers di Kantornya, Jakarta, Selasa (25/9/2018) sore.

Hal demikian disampaikannya bersama Sesmenpora Gatot S. Dewo Broto, Deputi Prestasi Olahraga Mulyana dan Ketua Umum BOPI Richard Sambera.

Di saat penghentian kompetisi ini, kata Nahrowi, pemerintah meminta kepada PSSI dan operator untuk melakukan hal luar biasa karena ini peristiwa yang luar biasa maka lakukan upaya-upaya yang luar biasa,  tegas, berani dan tegakkan regulasi sebaik mungkin.

Menurut Nahrowi, tidak hanya sanksi-sanksi berbentuk dana tapi sanksi yang lain harus ditegakkan kepada siapapun. Bahkan, saat penghentian sementara ini, pemerintah minta kepada PSSI untuk melakukan upaya-upaya edukasi sekaligus melaksanakan regulasi maupun aturan yang telah dikeluarkan maupun yang sudah ada, baik itu dari FIFA , AFC maupun dari PSSI. 

“Hubungan yang baik simbiosis mutualisme antara suporter dan klub ini harus betul-betul dilakukan secara komprehensif, bersama-sama, profesional dan bermartabat,” tambahnya. 

Menpora menambahkan penghentian liga ini sebagai bentuk duka cita kepada keluarga korban sekaligus belasungkawa nasional. Lebih jauh Menpora menegaskan satu nyawa lebih mahal bila dibandingkan dengan sebuah sepak bola.

Pada kesempatan itu, Menpora secara pribadi menuturkan turut berduka cita kepada keluarga almarhum  Haringga Sirila serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran sekaligus rela melepas kepergian Sirila untuk selama-lamanya.

Baca juga : Suporter Persija Tewas Dikeroyok Oknum Bobotoh, BOPI Desak Hentikan Liga 1 2018

Politisi PKB ini mengatakan olahraga bukan arena peperangan apalagi permusuhan satu sama lain dan yang paling penting olahraga dan sepakbola agar tidak  dijadikan kuburan massal. Pasalnya, sudah  tidak terhitung lagi korban baik fisik maupun nyawa yang begitu saja hilang.

Menpora menegaskan kejadian penganiayaan yang terjadi beberapa waktu lalu  adalah perbuatan yang sangat keji, tidak berperikemanusiaan dan tidak bisa diterima dengan akal sehat, apapun alasannya.

“Ini bukan lagi tragedi sepakbola atau olahraga melainkan ini tragedi kemanusiaan bagi negeri kita ini,” ucapnya.

Sebelumnya seorang suporter persija tewas dianiaya jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta, di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018). (24/9/2018) sore.

Hingga kemudian diketahui korban adalah anggota The Jak Mania, supporter Persija Jakarta, bernama Haringga Sirilla (23) berasal dari cengkareng, Jakarta Barat.

Rivalitas suporter Persib vs Persija hingga terjadi korban tewas bukan yang pertama kali.  Berdasarkan data dikumpulkan Save Our Soccer, ada enam korban meninggal dunia sepanjang masa rivalitas dua klub ini termasuk Haringga. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular