Erabaru.net. Busa yang aneh, tebal, dan padat memenuhi jalan-jalan di Bangalore, sebuah kota di India. Meskipun tampak aneh, mereka sebenarnya adalah busa beracun yang membanjiri kota.

Seorang otografer dokumenter Debasish Ghosh telah menangkap gambar busa yang mengapung di sekitar kota dan menguasai jalan. Busa berasal itu dari Bellandur, sebuah danau dengan luas 1,4 mil persegi yang selama bertahun-tahun telah tercemar oleh limbah kimia dan sampah. Setiap kali hujan turun, air danau naik dan angin mengangkat buih dan membawanya ke kota.

(Foto: Debosish Ghosh)

Busa beracun menghampiri pejalan kaki dan mobil, menciptakan kemacetan lalu lintas yang mengerikan. Ini membawa bau yang sangat kuat hingga seperti membakar hidung. Dan jika kontak dengan kulit Anda, Anda akan mendapatkan ruam yang gatal.

(Foto: Debosish Ghosh)

“Ini menyebabkan gangguan,” kata Ghosh.

Lebih mengkhawatirkan lagi, buih itu mudah terbakar. Pada bulan Mei dan Juni lalu, seluruh danau terbakar, menyebabkan seorang pria berusia 56 tahun yang berdiri di atas jembatan di atas danau kornea matanya pecah.

(Foto: Debosish Ghosh)

Buih telah datang setiap musim panas selama lebih dari satu dekade terrakhir ini, tetapi Ghosh mengatakan bahwa tahun ini sangat buruk. Dia telah mendokumentasikan pencemaran sejak Mei, memastikan untuk segera membersihkan lengan, tangan, dan wajahnya kapan saja dia terlalu dekat.

(Foto: Debosish Ghosh)

Warga di daerah itu telah mengajukan banyak keluhan ke kota, kata Ghosh. Pemerintah jugag telah berbuat banyak untuk memperbaiki situasi.

Ghosh mengatakan sejak foto-fotonya pertama kali diterbitkan oleh BBC, pemerintah telah memberikan lebih banyak perhatian, tetapi masih belum cukup.

(Foto: Debosish Ghosh)

Untuk saat ini, pejabat kota berusaha untuk menurunkan busa setiap kali hujan dengan memompa air ke danau. “Apa yang terjadi adalah air [bercampur dengan] busa dengan kecepatan tinggi, dan hancur dan tidak naik,” kata Ghosh. “Begitulah cara mereka mengendalikannya pada titik waktu ini, sehingga tidak jatuh pada orang.”

(Foto: Debosish Ghosh)

Membersihkan Danau Bellandur dan danau tercemar lainnya tidak akan mudah. Setelah dikenal sebagai rumah dari hampir seribu danau, kini Bangalore telah dikenal sebagai “tanah seribu tangki limbah,” sebagai gantinya.

(Foto: Debosish Ghosh)

Saat ini, setelah bertahun-tahun urbanisasi, hanya sekitar 150 danau yang masih ada, menurut Deccan Herald. Sisanya baik digunakan sebagai tempat pembuangan sampah atau, ketika mereka mengering, diisi dan disiapkan untuk diperebutkan untuk pemukiman.

(Foto: Debosish Ghosh)

“Ada begitu banyak polusi yang akan membutuhkan banyak waktu dan banyak investasi untuk membawa danau ini kembali normal,” katanya. “Untuk apa itu mungkin dua dekade lalu, ketika orang mengatakan masih akan ada burung migran di sana.”(yant)

Sumber: citylab.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular