Erabaru.net. Wisatawan yang berbicara dengan bahasa Mandarin baru-baru ini terekam di video “memberi makan” angsa dengan kertas napkin (tisu pembersih mulut) , sementara yang lain terlihat mencengkeram leher angsa di sebuah taman di Swiss.

Video itu, yang menunjukkan sekelompok turis yang mencoba mengambil foto dengan hewan itu, segera beredar di media sosial di Tiongkok setelah dilaporkan diposting di Snapchat awal pekan ini.

Dalam rekaman video pendek yang ditampilkan di Sina, seorang wanita terlihat memancing burung itu dengan kertas napkin, sementara yang lain sedang mengatur telepon untuk mengambil gambar.

Ketika angsa itu menangkap serbet itu dengan paruhnya, wanita dengan ponsel itu mencengkeram lehernya dan mencoba mengambil napkin itu. Seseorang di luar kamera juga berbicara dalam bahasa Mandarin, mengatakan, “Tunggu, saya tidak mendapatkan bidikan.”

Menurut media tiongkok, wanita itu mencoba untuk kembali memberikan umpan ketika mereka ketinggalan untuk “mengambil foto”.

Video itu juga menunjukkan tanda dalam bahasa Inggris yang berbunyi, “Tolong jangan memberi kami makan”.

Para pengguna internet di Tiongkok sejak itu mengutuk perilaku itu, dengan banyak yang menyatakan bahwa itu menempatkan orang-orang Tiongkok dalam pandangagn negatif di luar negeri.

“Orang tipe ini harus dimasukkan ke dalam daftar hitam, dilarang meninggalkan negara atau tidak diizinkan kembali,” kata seorang netizen yang dikutip oleh Shanghaiis. “Benar-benar tidak tahu malu.”

Ada juga yang memperhatikan bahwa wanita yang memegang leher angsa itu hanya berusaha mencegahnya menelan kertas napkin.

Sementara itu, ada yang menuduh media Swiss memanfaatkan video itu untuk mengkritik lebih lanjut turis Tiongkok di Barat.

Baru minggu lalu, acara TV di Swedia memicu kemarahan di Tiongkok setelah menayangkan episode kontroversial yang mengolok-olok turis Tiongkok. Sketsa pada program satiris Svenska Nyheter (berita Swedia) menyebutkan beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk turis Tiongkok, yang termasuk “Buang hajat di luar tempat bersejarah” di antara “larangan itu ”.(yant)

Sumber: nextshark.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular