Erabaru.net. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyebut gempa dengan magnitude 7,4 di sekitar Palu-Donggala, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu setara dengan kekuatan 200 kali bom atom Hiroshima.

“Gempabumi ini momen magnitudenya adalah sekitar 2.5×10^20 Nm yang enerjinya setara dengan 3×10^6 Ton-TNT atau 200 kali Bom atom Hiroshima,” demikian keterangan BPPT seperti dicantumkan di situs resminya.

Gempabumi yang terjadi pada pukul 17:02 WIB (10:02 UTC), Jumat 28/09/2018 di Sekitar Palu-Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempabumi ini menurut berbagai sumber (BMKG, GFZ, USGS) bermagnitude Magnitudo 7.5 – 7.7, berpusat di sekitar 0.178 LS; 119.840 BT pada kedalaman 10 km.

Gempabumi ini terjadi di zona sekitar Sesar Palu-Palukoro dengan kecepatan geser sekitar ~10 mm/th.

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT, Wahyu W. Pandoe mengatakan gempabumi ini mekanismenya sesar geser dengan arah dominan Barat Laut – Tenggara dengan perkiraan empiris luas bidang patahan 125 x 20 km^2. Dengan kedalaman dangkal sekitar 10 km, maka nilai asumsi kekakuan batuan adalah rendah. 

Berdasar simulasi model (analitik-numerik), Palu – Kabupaten Donggala dan sekitranya mengalami deformasi vertikal berkisar antara -1.5 sd 0.50 m.

Daratan di sepanjang pantai di Palu Utara, Towaeli, Sindue, Sirenja, Balaesang, diperkirakan mengalami penurunan 0.5-1 m dan di Banawa mengalami penaikan 0.3cm.

Catatan BPPT, Gempabumi ini berpusat di darat dengan sekitar 50% proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut. Komponen deformasi vertikal gempabumi di laut ini berpotensi menimbulkan tsunami. 

Berdasarkan hasil model, tinggi tsunami di sepanjang pantai antara beberapa cm hingga 2.50 m. Tsunami berpotensi lebih tinggi lagi karena efek turunnya daratan di sekitar pantai dan amplifikasi gelombang akibat batimetri serta morfologi teluk.

 “Masyarakat perlu waspada atas gempabumi susulan dan potensi keruntuhan infrastruktur/bangunan di sekitarnya, serta terus memantau dan mengikuti informasi dari otoritas resmi BMKG/BNPB/BPBD setempat,” demikian Deputi TIRBR BPPT. (asr)

 

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds