Tokyo – Sebuah kapsul ruang angkasa tanpa awak milik Jepang meluncur menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Kapsul itu dipenuhi dengan kargo termasuk makanan, material percobaan, dan baterai baru.

Kapal itu diluncurkan pada 23 September 2018 lalu, dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima di Jepang selatan. Kargo itu membutuhkan waktu perjalanan sekitar 4,5 hari untuk mencapai stasiun luar angkasa.

Peluncuran itu tertunda selama sekitar dua minggu karena cuaca buruk. Selain itu, roket dan kargo sempat mengalami masalah mekanis.

Sebuah roket H-2B yang membawa pesawat kargo Kounotori 7 terangkat dari Pusat Luar Angkasa Tanegashima di prefektur Jepang barat daya Kagoshima, 23 September 2018. (Foto : Kyodo News/AP/The Epoch Times)

Penundaan itu menyebabkan NASA menunda pengoperasian dua robot antariksa untuk memasang enam baterai lithium-ion, sampai anggota awak yang baru tiba bulan depan. Mereka akan mengganti baterai nikel-hidrogen yang sudah tua untuk daya listrik stasiun, yang memungkinkan perpanjangan operasionalnya.

Kapal pasokan itu adalah silinder sepanjang 9 meter yang akan diambil oleh lengan robot stasiun ruang angkasa. Nama lengan robot itu adalah Kounotori, yang berarti bangau putih.

Kargo seberat 5.500 kilogram itu termasuk rak dan peralatan untuk eksperimen, serta kapsul re-entri eksperimental untuk mencoba mendemonstrasikan teknologi baru untuk membawa kembali sampel penelitian dari stasiun luar angkasa.

Setelah muatan diambil, kargo itu akan diisi dengan sampah dan materi sampel penelitian. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular