Erabaru.net. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sejumlah relawan dari Tiongkok yang ingin masuk ke Palu, Sulawesi Tengah tanpa memiliki dokumen dan izin resmi. Jumlah warga RRT yang ingin masuk berjumlah sebanyak 8 orang.

“Penanganan relawan dari Tiongkok, pada tanggal 7 Oktober 2018, ada 8 warga negara tiongkok dari NGO Tiongkok yang tak membawa dokumen ke Makassar,” Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Relawan-relawan dari RRT mengaku mendapatkan undangan secara tertulis dari Bupati Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Bahkan, relawan-relawan ini menunjukkan kepada petugas tentang surat undangan yang menjadi dasar mereka berangkat ke Palu. Namun demikian, surat undangan ini disinyalir tak resmi alias palsu.

“Mereka mengaku mendapat undangan tertulis dari Bupati Sigi, sudah kita lihat suratnya, kita lihat surat kondisinya diragukan asli, kita sinyalir suratnya palsu,” tambah Sutopo.

Hingga kemudian, petugas di Makassar memberitahukan kepada relawan-relawan ini agar tidak ke Palu, Sulawesi Tengah.

Namun, tiga orang dari relawan-relawan ini tetap nekad berangkat ke Palu. Tak bisa melalui jalur udara, ternyata relawan dari Tiongkok ini menggunakan jalur darat.

Selanjutnya tim Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Imigrasi.

Atas kejadian ini, BNPB pun telah meminta kontak Bupati Sigi yang diklaim sebagai pengundang. Perkembangan selanjutnya, mereka yang mengaku relawan-relawan asing ini sudah meninggalkan wilayah Palu.

“Kita beri batas waktu sampai 8 oktober 2018, kami dapatkan kabar sudah keluar dari Palu,” kata Sutopo.

Sehari sebelumnya, BNPB mengatakan relawan-relawan asing yang ingin masuk ke Palu harus berkoordinasi dan sesuai regulasi serta aturan yang berlaku. Lebih rinci, relawan ini harus memiliki keahlian khusus.

“Relawan asing diatur, tidak bisa nyelonong seenaknya ke mana-mana. Hal itu biasa terjadi, diatur di semua negara,” kata Sutopo.

Bagi organisasi luar negeri yang ingin menyalurkan bantuan untuk bencana Sulawesi Tengah harus difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Termasuk relawan asing harus bekerjasama dengan mitra lokal.

“Ormas asing yang sudah terlanjur harus didaftar menjadi mitra kementerian/lembaga dan wajib menggunakan mitra lokal,” kata Sutopo. (asr)

Share

Video Popular